Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tinjauan Komprehensif Sistem Pompa Air Tenaga Surya: Kinerja Teknis, Kelayakan Ekonomi, dan Aspek Keberlanjutan Nanang Aribowo
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 1 No. 2 (2025): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kebutuhan energi dan keterbatasan sumber daya fosil mendorong pengembangan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) sebagai solusi energi bersih dan berkelanjutan di Indonesia. Salah satu penerapannya yang potensial adalah sistem PATS, terutama di wilayah pedesaan dan pertanian yang belum sepenuhnya terjangkau jaringan listrik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja teknis, efisiensi, keekonomian, serta peluang keberlanjutan sistem PATS di Indonesia. Analisis dilakukan melalui pendekatan literatur terhadap hasil studi eksperimental dan simulasi menggunakan berbagai aplikasi seperti PVsyst, HOMER Pro, RETScreen Expert, FAO Solar Water Pumping Design Tool, serta perangkat berbasis produsen seperti Lorentz COMPASS dan Grundfos Solar Design Tool. Hasil analisis menunjukkan bahwa efisiensi sistem PATS sangat dipengaruhi oleh kondisi iradiasi, spesifikasi komponen, dan kesesuaian desain antara kapasitas PV, inverter, serta pompa. Perbandingan antara hasil simulasi dan pengukuran aktual menunjukkan deviasi rata-rata 5–15%, tergantung pada kondisi lapangan dan tingkat pemeliharaan sistem. Dari sisi keekonomian, sistem PATS terbukti layak secara finansial dengan nilai NPV positif, BCR > 1, dan periode pengembalian modal berkisar antara 4 hingga 7 tahun, tergantung skala dan lokasi proyek. Selain memberikan manfaat ekonomi, penerapan PATS juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon dan peningkatan akses air bersih berkelanjutan. Analisis SWOT menunjukkan bahwa potensi energi surya yang tinggi dan dukungan kebijakan menjadi kekuatan utama, sedangkan tantangan terbesar meliputi biaya awal investasi, ketersediaan komponen, serta keterampilan teknis di daerah terpencil. Secara keseluruhan, sistem PATS di Indonesia memiliki prospek yang menjanjikan baik dari sisi teknis maupun keekonomian untuk mendukung target bauran energi baru terbarukan nasional.
Analisis Perbedaan Produksi Energi Akibat Pola Operasional pada Sistem PLTS Atap dengan Pembanding Simulasi PVWatts Nanang Aribowo; Rizky Adi Nugraha
Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary Vol. 2 No. 1 (2026): KONSULI: Knowledge on Sustainability, Longevity, and Interdisciplinary
Publisher : PT Konsuli Corpora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem fotovoltaik (PV) atap yang dipasang pada gedung pemerintah memiliki potensi besar dalam mendukung target transisi energi nasional. Namun, kinerja aktual sistem sering kali berbeda dari hasil simulasi akibat karakteristik operasional bangunan. Penelitian ini menganalisis kinerja sistem PV atap berkapasitas 30 kWp yang terpasang pada sebuah gedung pemerintah di Kota Semarang dengan membandingkan produksi energi aktual periode 2020–2024 terhadap hasil simulasi menggunakan PVWatts. Data selama lima tahun menunjukkan bahwa rata-rata produksi energi aktual harian sebesar 29,11 kWh/hari, sekitar 15–25% lebih rendah dibandingkan estimasi PVWatts. Penyebab utama deviasi ini meliputi pola operasional gedung yang hanya berlangsung lima hari kerja, sehingga mengurangi potensi penyerapan energi sekitar 28,6% pada akhir pekan, serta kondisi beban rendah selama masa pandemi COVID-19 yang menyebabkan inverter beroperasi pada daerah efisiensi yang lebih rendah. Faktor lain yang turut berkontribusi meliputi suhu lingkungan yang tinggi, penurunan kinerja modul akibat efek termal (thermal derating), serta asumsi PVWatts yang menganggap operasi sistem berlangsung penuh selama tujuh hari dalam seminggu. Meskipun demikian, analisis Performance Ratio (PR), khususnya PR terkoreksi, menunjukkan bahwa sistem beroperasi secara normal sesuai dengan kondisi operasional aktual. Temuan ini menegaskan bahwa perbedaan antara hasil simulasi dan kinerja aktual tidak selalu menunjukkan adanya gangguan sistem, melainkan mencerminkan realitas operasional di lapangan. Hasil penelitian ini memberikan wawasan penting dalam meningkatkan strategi pemantauan dan pengelolaan instalasi PV pada fasilitas pemerintah.