Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Usia Pernikahan Pada Ibu Hamil Dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronik(KEK) Di Wilayah Kerja Puskesmas Soriutukabupaten Dompu Bq. Nova Handayani
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2023): PRIMA Jurnal Ilmiah
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/q6nft992

Abstract

Latar Belakang: Pernikahan dini menurut UU perkawinan adalah perkawinan yang diizinkan jika laki- laki mencapai umur 19 tahun dan perempuan mencapai umur 16 tahun. Kabupaten Dompu memiliki kasus pernikahan dini Pada tahun 2021 sebanyak 156 kasus. Kecamatan Manggelewa menjadi wilayah dengan kasus pernikahan anak urutan kedua setelah Kecamatan Pekat yakni sebanyak 38 kasus dimana rata-rata yang menikah masih usia sekolah yakni usia 14-16 tahun. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan pengetahuan remaja putri tentang pendewasaan usia perkawinan dengan resiko pernikahan dini di SMAN 2 Manggelewa Kabupaten Dompu. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah analisis kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh siswi SMAN 2 Manggelewa Kabupaten Dompu. Sampel dalam penelitian ini berjumlah minimal 140 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariate dengan uji Spearmen Rank. Hasil penelitian : Pengetahuan remaja putri tentang Pendewasaaan Usia Perkawinan (PUP)tertinggi dengan tingkat pengetahuan Cukup sebanyak 69 responden (49,3%), dan tingkat pengetahuan terendah berada pada kategori pengetahuan Kurang yakni sebanyak 31 responden (22,1%). Uji rank Spearman di peroleh nilai signifikansi sebesar P value = 0,003 < α= 0,05, angka koefisien korelasi sebesar 0,247 artinya korelasinya lemah . Kesimpulan : Ada hubungan pengetahuan remaja putri tentang pendewasaan usia perkawinan dengan resiko pernikahan dini di SMAN 2 Manggelewa Kabupaten Dompu.
Hubungan Umur Dan Paritas Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Kumbe Kota Bima Bq. Nova Handayani
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2022): PRIMA Jurnal Ilmiah
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/pn6pb697

Abstract

Pendahuluan: Anemia terjadi pada ibu hamil karena defisiensi besi sehingga kadar Hb < 11 gr/dl. Anemia ibu hamil di wilayah Puskesmas Kumbe Kota Bima terjadi peningkatan 27% dari tahun 2018 sampai 2020. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Umur dan Paritas dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kumbe Kota Bima. Metode: Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan pendekatan survei cross sectional. Populasi seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan di wilayah kerja Puskesmas Kumbe tahun 2020. Menggunakan teknik total sampling yaitu 172 orang Instrumen kohort ibu hamil. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan taraf signifikan 0,05. Hasil: Hasil penelitian dari 124 responden dengan umur tidak berisiko sebagian besar tidak mengalami anemia (79,8%), sedangkan responden dengan umur berisiko dari 48 responden sebagian besar mengalami anemia (54,2%). Hasil uji chi- square menunjukkan ada hubungan antara umur dengan kejadian anemia nilai Pvalue = 0,000. Dari 160 responden dengan paritas tidak beisiko sebagian besar tidak mengalami anemia (72,5%), sedangkan responden dengan paritas berisiko dari 12 responden sebagian besar mengalami anemia besar (58,3%).Hasil uji chi-square menunjukkan ada hubungan antara paritas dengan kejadian anemia nilai Pvalue = 0,043. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa umur dan paritas merupakan faktor yang mempengaruhi kejadian anemia ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kumbe.
Hubungan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Pendewasaan Usia Perkawinan Dengan Resiko Pernikahan Dini di SMAN 2 Manggelewa Kabupaten Dompu Bq. Nova Handayani
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2023): PRIMA Jurnal Ilmiah
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/15y9g774

Abstract

Latar Belakang: Pernikahan dini menurut UU perkawinan adalah perkawinan yang diizinkan jika laki- laki mencapai umur 19 tahun dan perempuan mencapai umur 16 tahun. Kabupaten Dompu memiliki kasus pernikahan dini Pada tahun 2021 sebanyak 156 kasus. Kecamatan Manggelewa menjadi wilayah dengan kasus pernikahan anak urutan kedua setelah Kecamatan Pekat yakni sebanyak 38 kasus dimana rata-rata yang menikah masih usia sekolah yakni usia 14-16 tahun. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan pengetahuan remaja putri tentang pendewasaan usia perkawinan dengan resiko pernikahan dini di SMAN 2 Manggelewa Kabupaten Dompu. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah analisis kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh siswi SMAN 2 Manggelewa Kabupaten Dompu. Sampel dalam penelitian ini berjumlah minimal 140 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariate dengan uji Spearmen Rank. Hasil penelitian : Pengetahuan remaja putri tentang Pendewasaaan Usia Perkawinan (PUP)tertinggi dengan tingkat pengetahuan Cukup sebanyak 69 responden (49,3%), dan tingkat pengetahuan terendah berada pada kategori pengetahuan Kurang yakni sebanyak 31 responden (22,1%). Uji rank Spearman di peroleh nilai signifikansi sebesar P value = 0,003 < α= 0,05, angka koefisien korelasi sebesar 0,247 artinya korelasinya lemah . Kesimpulan : Ada hubungan pengetahuan remaja putri tentang pendewasaan usia perkawinan dengan resiko pernikahan dini di SMAN 2 Manggelewa Kabupaten Dompu.