Titi Pambudi Karuniawaty
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Mataram

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Interaksi antara Adiksi Internet dan Depresi: Tinjauan Literatur dan Implikasi Kesehatan Mental Adelya Rahma Dwiputri; Titi Pambudi Karuniawaty
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2024): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/95p85h05

Abstract

  Pendahuluan: Adiksi internet dan depresi merupakan dua masalah kesehatan mental yang semakin meningkat, terutama di kalangan remaja. Penggunaan internet yang berlebihan sering kali mengarah pada perilaku maladaptif yang dapat memicu atau memperburuk gejala depresi. Tujuan: Mengeksplorasi interaksi antara adiksi internet dan depresi, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap hubungan ini melalui tinjauan literatur yang komprehensif. Metode: Tinjauan literatur sistematis dilakukan dengan menganalisis artikel-artikel dari basis data akademik seperti PubMed, PsycINFO, dan Google Scholar. Kriteria inklusi mencakup studi yang membahas hubungan langsung antara adiksi internet dan depresi, yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir.yang dilakukan, singkat dan padat Hasil: Analisis menunjukkan bahwa adiksi internet dapat menyebabkan isolasi sosial, penurunan kualitas hidup, dan peningkatan gejala depresi. Penelitian juga mengungkap bahwa individu yang mengalami depresi cenderung menggunakan internet sebagai pelarian, yang mengakibatkan siklus adiktif. Faktor-faktor biologis, psikologis, dan sosial berperan penting dalam memperkuat hubungan ini, dengan perubahan dalam neurotransmitter dan pola pikir yang maladaptif sebagai penyebab utama. Kesimpulan: Intervensi yang komprehensif, seperti Cognitive Behaviour Therapy (CBT), perlu diterapkan untuk mengatasi kedua masalah ini secara bersamaan dan meningkatkan kesehatan mental individu. Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat mengidentifikasi mekanisme yang mendasari hubungan ini, sehingga strategi penanganan dapat lebih terfokus dan efektif.