Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kalkulator Hijau Self-Assessment: Solusi Inovasi atas Evaluasi Praktik Taksonomi Keuangan Berkelanjutan di Indonesia Silvia Rahmawati; Naila Maulidya Rahma; Adib Naufal Musthofa
Balance : Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol. 10 No. 1 (2025): Balance : Jurnal Akuntansi dan Bisnis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/balance.v10i1.582

Abstract

Green taxonomy is a guideline for classifying companies in carrying out economic activities according to ESG regulations that impact funding. However, the transition from Taxonomi Hijau Indonesia (THI) to Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) has made the classification more ambiguous. Additionally, this program remains voluntary, involves self-assessment, and lacks third-party verification, increasing the potential for greenwashing. This study aims to provide recommendations for optimizing the implementation of the green taxonomy in Indonesia to reduce the subjectivity of company classification. Using a qualitative descriptive method and comparative study, this research compares the implementation of the green taxonomy in the European Union, which already has third-party-based classification tools. The researcher proposes a Self Assessment Calculator based on TKBI to reduce bias, inspired by the EU Taxonomy Calculator. Moreover, this study examines recommendations for a more comprehensive form of TKBI in line with the MECE principle through global best practice analysis and pentahelix stakeholder synergy
Tax Incentives dan Pengembangan Renewable Energy: Scoping Review, Case Study, dan Rekomendasi Policy Mix dalam Low-Carbon Transition Ricky Dina Rajendra; Haliza Ersa Dewi Maharani; Adib Naufal Musthofa
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5063

Abstract

Transisi menuju energi terbarukan memerlukan investasi besar dengan risiko tinggi sehingga insentif pajak menjadi instrumen krusial dalam menarik minat investor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tax incentives dalam pengembangan renewable energy, mengidentifikasi kondisi yang menentukan efektivitas dan keterbatasannya, serta merumuskan rekomendasi policy mix yang lebih seimbang bagi low-carbon transition. Penelitian menggunakan metode kualitatif-deskriptif melalui pendekatan scoping review dengan PRISMA Flowchart serta dilengkapi pendekatan study case. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tax incentives mendukung pengembangan renewable energy, tetapi efektivitasnya bergantung pada desain insentif, sasaran teknologi, karakteristik perusahaan, dan keterpaduannya dengan policy mix yang lebih luas. Pada level kebijakan, insentif pajak paling efektif ketika menurunkan hambatan investasi awal dan biaya modal. Pada level perusahaan, studi kasus China menunjukkan bahwa insentif mendorong inovasi, technology upgrading, dan kinerja melalui pengurangan financial constraints. Temuan juga menunjukkan bahwa insentif yang tumpang tindih dapat melemahkan hasil, sedangkan insentif yang tertarget dan terintegrasi dengan dukungan pembiayaan, regulasi, serta instrumen pajak karbon cenderung lebih efektif. Dengan demikian, tax incentives perlu diposisikan sebagai instrumen transisional yang strategis untuk mempercepat low-carbon transition secara lebih efektif dan berkesinambungan.