Adrianus Pasasa
STT INTI BANDUNG

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Melaksanakan Amanat Agung Tuhan Yesus Melalui Pola Pelayanan yang Utuh Adrianus Pasasa
JURNAL TRANSFORMASI: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Vol. 3 No. 1 (2024): Vol. 3 No. 1 (Mei 2024)
Publisher : STT INTI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Great Commission is a command given by the Lord Jesus to His disciples before being ascended to Heaven. This command remains in effect and must be carried out until the end of time. This command is the core of God's mission to save humanity who has fallen into sin by reconciling humans to Himself, through the sacrifice of His son on the cross. The scope of the great commission is that every tribe, language, nation and people on the face of the earth can hear the message of the Gospel. Therefore, the church must be the main agent in carrying out the great commission. The church must carry out the great commission as a whole, where the church must be involved in being part of sending mission personnel to the mission field. The church must be part of equipping personnel who are ready to go preach the Gospel and the church must take part in discipling people who have heard and accepted the Gospel. The Lord Jesus has provided a real example through his ministry while in this world, where He carried out a complete service, namely sending His disciples to go preach the gospel, preparing Himself as a source of teaching and also training His disciples to give birth to new disciples.
TRANSFORMASI SPIRITUAL: PEMANFAATAN KECERDASAN BUATAN (AI) DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI PELAYANAN GEREJA DAN PENGEMBANGAN HAMBA TUHAN Adrianus Pasasa
JURNAL TRANSFORMASI: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Vol. 3 No. 2 (2024): Vol. 3 No. 2 (November 2024)
Publisher : STT INTI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecerdasan buatan (AI) adalah bagian dari inovasi teknologi yang banyak menjadi perbincangan akhir-akhir ini. Artikel ini mengulas dampak pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam meningkatkan efisiensi pelayanan gereja dan memperkuat pengembangan spiritual hamba Tuhan. Melalui kajian literatur, survei, dan implementasi praktis, penelitian ini mengeksplorasi potensi revolusioner teknologi AI dalam menghadirkan perubahan positif dalam konteks kehidupan rohani dan pengembangan pribadi di dalam gereja. Artikel ini memberikan gambaran bahwa gereja dan hamba Tuhan tidak perlu antipati terhadap perembangan teknologi, tetapi bagaimana gereja dan hamba Tuhan menjadikan kesempatan ini untuk dapat memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) di dalam mempermudah dan mengefisienkan pelayanan gereja dan hamba Tuhan. Menggunakan pendekatan normatif, artikel ini menjelaskan bagaimana kecerdasan buatan telah mengubah berbagai lini kehidupan manusia, termasuk gereja. Penekanan artikel ini adalah bagaimana kecerdasan buatan berkontribusi dalam pelayanan gereja dan hamba Tuhan, sehingga pekerjaan gereja dan hamba Tuhan lebih mudah dan efisien. Selain itu, juga dibahas tentang potensi masa depan kecerdasan buatan (AI) yang akan terus berkembang ke depan. Akhirnya dapat disimpulkan bahwa sehebat apapun teknologi kecerdasan buatan (AI), ia tetap memiliki kelemahan, oleh karena itu jika diterapkan dalam pelayanan gereja dan hamba Tuhan harus dengan bijaksana, karena kecerdasan buatan (AI) tidak dapat menggantikan tugas-tugas gereja dan hamba Tuhan yang esensial.
Dampak Media Sosial terhadap Penyebaran Injil di Kalangan Generasi Muda Adrianus Pasasa
JURNAL TRANSFORMASI: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Vol. 4 No. 2 (2025): Vol. 4, No. 2, November 2025
Publisher : STT INTI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak media sosial terhadap penyebaran Injil di kalangan generasi muda. Perkembangan teknologi informasi, khususnya media sosial, telah mengubah cara individu mengakses informasi dan membangun komunikasi, termasuk dalam ranah kehidupan keagamaan. Dengan karakteristik yang interaktif, cepat, dan luas jangkauannya, media sosial menjadi sarana potensial dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada audiens yang lebih luas, termasuk mereka yang tidak aktif dalam komunitas gereja tradisional. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), penelitian ini mengkaji bagaimana generasi muda menggunakan platform digital seperti Instagram, TikTok, dan YouTube untuk mengakses, membagikan, dan merespons konten keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki peran signifikan dalam memperluas jangkauan penyebaran Injil, membentuk komunitas iman daring, serta meningkatkan keterlibatan spiritual generasi muda. Namun, tantangan juga muncul terkait validitas pesan, disinformasi, dan kedangkalan pemahaman teologis. Dengan demikian, diperlukan strategi digital yang bijak dan kontekstual agar media sosial dapat menjadi alat efektif dalam misi pemberitaan Injil di era digital.