Leadership is integral to the structure and functioning of a church organization. A spiritual leader—such as a pastor—plays a crucial and strategic role in pastoral care, significantly impacting the spiritual growth of the congregation they serve. A congregation comprises individuals from diverse generational groups, each with varying levels of spiritual intelligence (Spiritual Quotient), which a leader must consider when determining their approach to pastoral leadership. One key factor contributing to an individual's spiritual intelligence is personal spiritual experience. This suggests that spiritual growth often originates internally (from the "inside out"), as each person engages with their own unique experiences of God. Meanwhile, the pastor as a spiritual leader serves as an external influence, facilitating opportunities for congregants to encounter spiritual experiences, which in turn foster the growth of their spiritual intelligence. Keywords: leadership, leader, spiritual intelligence, Spiritual Quotient, Gen Z. Kepemimpinan tentunya hal yang tidak dapat dipisahkan dalam suatu organisasi gereja. Seorang pemimpin rohani dalam hal ini gembala memiliki peran yang cukup penting dan strategis dalam suatu penggembalaan, secara khusus dalam pertumbuhan kehidupan spiritual dari jemaat yang digembalakannya. Jemaat yang terdiri dari berbagai kelompok generasi dengan tingkat kecerdasan rohani (Spiritual Quotient) yang berbeda-beda menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh seorang pemimpin untuk menerapkan gaya kepemimpinan dalam penggembalaannya. Pengalaman spiritual yang dialami secara pribadi menjadi salah satu faktor yang memberi pengaruh terhadap pertumbuhan kecerdasan spiritual seseorang. Hal ini menegaskan bahwa faktor pertumbuhan berasal dari dalam (inside out) karena setiap orang merasakan sendiri pengalaman hidupnya dengan Tuhan. Sementara itu pemimpin rohani dalam hal ini gembala merupakan faktor yang berasal dari luar yang membantu setiap orang untuk dapat mengalami pengalaman spiritual yang pada akhirnya akan meningkatkan kecerdasan spiritual dari seseorang. Kata Kunci: kepemimpinan, pemimpin, kecerdasan spiritual, Spiritual Quotient, generasi Z.