Harmawati Harmawati
Progra Studi Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Reproduksi Terpadu untuk Mencegah Perilaku Seksual Berisiko pada Remaja Putri SMKN 1 Takalar: Integrated Reproductive Education to Prevent Risky Sexual Behavior in Adolescent Girls at SMKN 1 Takalar Nur Andani; Sumarmi Sumarmi; Eny Sutria; Risnah Risnah; Harmawati Harmawati
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 2 No. 2 (2025): October
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65280/jscp.v2i2.9

Abstract

Abstrak Remaja putri merupakan kelompok yang rentan terhadap perilaku seksual berisiko akibat kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang kesehatan reproduksi. Kondisi ini dapat berdampak pada meningkatnya kasus kehamilan remaja, infeksi menular seksual, serta gangguan psikososial. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi reproduksi terpadu kepada remaja putri di SMKN 1 Takalar sebagai upaya preventif terhadap perilaku seksual berisiko. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi peran menggunakan media audiovisual yang menarik dan sesuai usia peserta. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan serta perubahan sikap. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pemahaman remaja putri tentang kesehatan reproduksi, tanggung jawab moral, dan pentingnya menjaga perilaku seksual yang sehat sesuai nilai budaya dan agama. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi serta komitmen untuk menjadi agen edukasi bagi teman sebaya. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model edukasi reproduksi terpadu yang berkelanjutan di lingkungan sekolah menengah kejuruan.  Kata kunci: Edukasi reproduksi, remaja putri, perilaku seksual berisiko, pencegahan Abstract Adolescent girls are a vulnerable group at risk of engaging in unsafe sexual behaviour due to limited knowledge and understanding of reproductive health. This condition can lead to increased cases of teenage pregnancy, sexually transmitted infections, and psychosocial problems. Therefore, this community service activity aimed to provide integrated reproductive education to female students at SMKN 1 Takalar as a preventive effort against risky sexual behaviour. The methods included interactive lectures, group discussions, and role-play simulations using age-appropriate audiovisual media. Evaluation was conducted through pre-test and post-test assessments to measure improvements in knowledge and attitude changes. The results showed a significant increase in the participants’ understanding of reproductive health, moral responsibility, and the importance of maintaining healthy sexual behaviour consistent with cultural and religious values. Participants also demonstrated high enthusiasm and commitment to becoming peer educators. This activity is expected to serve as a sustainable model for integrated reproductive education in vocational high school environments.   Keywords: Reproductive education, adolescent girls, risky sexual behaviour, prevention