Abstrak Kegiatan penyuluhan kehamilan di Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan ibu dan janin selama masa kehamilan. Rendahnya tingkat kehadiran ibu hamil dalam penyuluhan di Desa Pucak Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, mendorong dilaksanakannya kegiatan edukasi langsung oleh mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil mengenai pentingnya pemeriksaan rutin, konsumsi nutrisi yang seimbang, dan partisipasi aktif dalam penyuluhan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan door to door dan penyuluhan kelompok kecil disertai pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan; seluruh responden menjawab benar lebih dari 90% pada post-test dibandingkan 40–50% pada pre-test. Kegiatan ini terbukti efektif dalam memperkuat pemahaman ibu hamil terhadap pentingnya pemeriksaan kehamilan dan peran aktif dalam kegiatan Posyandu. Edukasi berkelanjutan diharapkan mampu menurunkan risiko komplikasi kehamilan serta meningkatkan kesejahteraan ibu dan bayi di wilayah pedesaan. Kata Kunci: penyuluhan kehamilan, ibu hamil, posyandu, edukasi kesehatan Abstract Pregnancy counselling activities at Posyandu serve as a preventive and promotive effort to maintain maternal and fetal health during pregnancy. The low participation rate of pregnant women in counselling sessions at Pucak Village, Tompobulu District, Maros Regency, prompted an educational intervention conducted by Public Health students of Universitas Muslim Indonesia. This program aimed to improve pregnant women’s knowledge and awareness regarding the importance of regular check-ups, balanced nutrition, and active participation in community health education. The method involved door-to-door visits and small group discussions, accompanied by pre-test and post-test evaluations to assess knowledge improvement. The results showed a significant increase, with more than 90% of participants answering correctly in the post-test compared to only 40–50% in the pre-test. The findings demonstrate that participatory education effectively enhances maternal understanding of prenatal care and the importance of attending Posyandu sessions. Continuous education efforts are expected to reduce pregnancy complications and improve maternal and infant well-being in rural communities. Keywords: pregnancy counselling, pregnant women, Posyandu, health education