This Author published in this journals
All Journal Journal of Midwivery
Eny Retna Ambarwati
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Akbidyo, Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektifitas program kelas ibu terhadap pengetahuan tentang kesehatan mental anak Kurniasari Pratiwi pratiwi; Isabella Rahmawati Rahmawati; Eny Retna Ambarwati
Link Journal of Midwivery Vol 1 No 2 (2025): July: Journal of Midwivery
Publisher : CV. LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmw.v1i2.91

Abstract

Latar Belakang: Fenomena yang terjadi antara lain perubahan mood, masalah gangguan perilaku dan psikologis yang berat mengindikasikan adanya masalah mental pada anak. Hendaknya sekolah sebagai pihak kedua harus berkolaborasi dengan orang tua sebagai pihak pertama yang berkewajiban mendidik anak. Salah satu cara yang diharapkan dapat menjadi solusi adalah dengan program kelas ibu. Tujuan: mengetahui efektifitas kelas Ibu untuk meningkatkan pengetahuan ibu terkait kesehatan mental anak. Metode: Penelitian kuantitatif melalui metode quasy eksperimen dengan rancangan penelitian pretest-posttest one group design. Polulasi 60 wali murid (ibu) TK ABA Al Wafa dengan sampel sebanyak 37 responden dengan total sampling. Instrumen menggunakan kuesioner pengetahuan yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: pengetahuan ibu sebelum kegiatan kelas ibu tingkat pengetahuan paling banyak adalah kategori cukup sebanyak 22 responden. Setelah mengikuti kelas ibu, pengetahuan ibu yang mendapat nilai cukup menjadi 21 ibu. Nilai p value 0,106 > 0,05 sehingga kelas ibu tidak berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pengetahuan ibu terkait kesehatan mental anak. Kesimpulan: kelas ibu tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan ibu terkait kesehatan mental anak. Adanya edukasi melalui kelas ibu akan lebih efektif jika peneliti mengkondisikan situasi dan lingkungan saat pemberian intervensi sehingga responden bisa fokus dan konsentrasi dalam menerima materi.