Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan CAD atau CAM terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran CNC Fitrinaldi Fitrinaldi; Khairi Rosadi; Faridl M. Husain; Taufik Hidayat; Desi Rahmatina; Encik Abdulhajar
Khidmat: Journal of Community Service Vol 1 No 3 (2024): Desember, 2024
Publisher : Pusat Studi Kebijakan dan Tata Kelola Maritim, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/khidmat.v1i3.7039

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan perangkat lunak Computer-Aided Design (CAD) dan Computer-Aided Manufacturing (CAM) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Computer Numerical Control (CNC) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain kelompok kontrol, melibatkan dua kelas dari SMK Negeri 3 Tanjungpinang, yaitu kelas eksperimen (menggunakan CAD/CAM) dan kelas kontrol (tanpa CAD/CAM). Setiap kelas terdiri dari 34 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata yang lebih tinggi (67,04) dibandingkan kelas kontrol (63,31), dengan selisih signifikan sebesar 3,73 poin. Data statistik juga menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memiliki distribusi nilai yang lebih homogen, dengan standar deviasi lebih rendah (3,06) dibandingkan kelompok kontrol (5,13), yang mengindikasikan efektivitas penggunaan CAD/CAM dalam pembelajaran. Penggunaan CAD/CAM terbukti meningkatkan pemahaman siswa terhadap desain mekanik, visualisasi proses pemesinan, serta kemampuan praktis dalam pemrograman CNC. Integrasi teknologi ini tidak hanya relevan dengan tuntutan Industri 4.0 tetapi juga meningkatkan keterlibatan siswa dan mempersiapkan mereka menghadapi dunia kerja modern. Penulis merekomendasikan penerapan CAD/CAM secara lebih luas dalam kurikulum SMK, dengan dukungan pelatihan guru, investasi perangkat lunak, dan kerja sama dengan industri untuk memperluas peluang magang siswa. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi penggunaan teknologi berbasis Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) dalam pembelajaran CNC untuk meningkatkan efektivitas dan kreativitas siswa.
Pemanfaatan Potensi Lokal untuk Penguatan Karakter Desa melalui Sarana Lingkungan dan Informasi Publik Tiara Ayu Puspita Sari; Taufik Hidayat; Tantri Wisudawati; Yovia Cindy Aulia; Evelyn Yesania Tarihoran; Tiara Firanti; Sudrajat Sudrajat; Tripani Sartika Joya Siahaan; Tisya Humairoh; Fitri Ramadani
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v5i3.8347

Abstract

This community service activity was carried out in Pangkil Village, Teluk Bintan District, as part of the implementation of the Tri Dharma of Higher Education, particularly in the field of community empowerment. The main issues faced by the community were the lack of environmental orderliness, limited waste management facilities, the absence of an updated village map, the need for seasonal information on marine resources, and the unclear boundaries between hamlets. The objectives of the program were to improve the quality of village administration, strengthen environmental awareness, and provide practical tools for daily activities of local residents. The methods applied included observation, participatory design, direct construction, and documentation studies, with active involvement of community members and local government. The outputs consisted of house number boards, communal trash bins, a participatory village map, a seasonal marine resource calendar, and hamlet boundary markers. The results show positive changes, such as an increase in the spatial identity of the village, better waste management practices, and increased awareness of the maritime seasonal cycle. In general, it can be said that the program has successfully achieved its planned objectives. This success can be seen in the increased environmental orderliness through the arrangement of house numbers, increased public awareness of cleanliness through the use of trash bins, and the availability of more accurate spatial data on the village thanks to participatory mapping. Despite several obstacles, such as limited resources and low community participation at the outset, the program successfully achieved its short-term objectives and provided a foundation for future sustainable development initiatives.