Nahdiyatul Ummah
Universitas KH. Abdul Chalim, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendampingan Pemanfaatan Sampah Menjadi Loose Part Sebagai Media Pembelajaran Diferensiasi Anak Usia Dini Nahdiyatul Ummah; Mila Oviani; Jihan Kusuma Wardhani
Bale Pengabdian: Journal Of Community Service (BPJCS) Vol. 1 No. 1 (2025): Bale Pengabdian: Journal Of Community Service (BPJCS)
Publisher : At Taawun Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pendampingan edukasi pemanfaatan sampah sebagai loose part dalam pembelajaran diferensiasi anak usia dini di RA Miftakhul Hikmah Mojosari. Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya kreatifitas guru dalam proses pembelajaran yang berdiferensiasi dikarenakan terkendala oleh media yang terbatas begitu juga rendahnya pemanfaatan sampah anorganik yang ada yang hanya langsung diberikan ke bank sampah, padahal dengan potensi sambah anorganik yang bisa di ambil manfaatnya berpotensi menjadi media edukatif yang bertujuan untuk meningkatkan kreativitas guru dalam pemanfaatan loosepart yang murah dan ramah lingkungan. Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan dengan metode service learning dengan tipe direct service. Direct Service (Pelayanan Langsung) dimana guru langsung berkegiatan di RA Miftakhul Hikmah didampingi oleh dosen pendamping Service-Learning dan melakukan program kegiatan belajar mengajar secara langsung . Strategi service learning terdiri dari tiga tahapan mulai dari tahap persiapan dengan observasi, wawancara,penyusunan materi kurikulum, menentukan strategi pembelajaran. Selanjutnya adalah pelaksanaan pemanfaatan barang bekas untuk alat permainan edukatif  dan berikutnya Evaluasi yakni kegiatan pengukuran hasil Pendampingan pemanfaatan sampah menjadi loosepart sebagai media pembelajaran diferensiasi di RA Miftakhul Hikmah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa loose part dari sampah plastik, botol, kardus, dan tutup botol dapat dimanfaatkan sebagai media permainan konstruktif, sensori, dan numerasi. Anak-anak lebih antusias belajar menggunakan media ini, sementara guru lebih kreatif dalam menyusun pembelajaran diferensiasi. Kesimpulannya, pemanfaatan sampah sebagai loose part efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kesadaran lingkungan anak usia dini.