Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Carbon Trading dengan Prinsip Syariah di Malaysia Potensi dan Implementasi di Indonesia Arfiana Maulina Fatimah
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Syariah Vol 2 No 1 (2025): Edisi 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/hasina.v2i1.1741

Abstract

Intisari: Perdagangan karbon (carbon trading) merupakan mekanisme pasar yang efektif untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan. Dalam perspektif Islam, mekanisme ini dapat diselaraskan dengan prinsip syariah seperti keadilan (‘adl), keberkahan (barakah), dan tanggung jawab lingkungan (khalifah fil ard). Artikel ini mengeksplorasi potensi dan tantangan implementasi carbon trading berbasis syariah di Indonesia, dengan merujuk pada studi kasus Malaysia sebagai negara Muslim yang telah memulai pasar karbon sukarela berbasis syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa carbon trading berbasis syariah memiliki kesesuaian dengan maqasid syariah serta menawarkan model pembiayaan yang etis dan berkelanjutan. Namun, rendahnya literasi karbon, keterbatasan infrastruktur, dan potensi spekulasi menjadi tantangan utama. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan audit syariah, pengembangan produk keuangan inovatif, dan kolaborasi regional untuk memastikan implementasi yang efektif. Dengan strategi ini, Indonesia dapat memanfaatkan potensi besar perdagangan karbon untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan ekonomi secara etis. Kata kunci: Perdagangan karbon; prinsip syariah; keberlanjutan; Indonesia; Malaysia. Abstract: ESG (Environmental, Social, Governance)-based financing has emerged as a strategic approach Carbon trading is an effective market mechanism to reduce greenhouse gas emissions while supporting environmental sustainability. From an Islamic perspective, this mechanism aligns with Sharia principles such as justice (‘adl), blessings (barakah), and environmental responsibility (khalifah fil ard). This article explores the potential and challenges of implementing Sharia-based carbon trading in Indonesia, referencing Malaysia as a case study for its voluntary carbon market integrated with Sharia compliance. The findings indicate that Sharia-based carbon trading aligns with maqasid syariah and offers an ethical and sustainable financing model. However, challenges such as low carbon literacy, limited infrastructure, and potential speculation remain significant barriers. Addressing these challenges requires Sharia audits, innovative financial products, and regional collaboration to ensure effective implementation. With these strategies, Indonesia can leverage its substantial carbon trading potential to support environmental and economic sustainability in an ethical manner. Keywords: Carbon trading; Sharia principles; sustainability; Indonesia; Malaysia.
Pendanaan ESG Berbasis Nilai Syariah untuk UMKM di Indonesia Arfiana Maulina Fatimah
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Syariah Vol 2 No 1 (2025): Edisi 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/hasina.v2i1.1749

Abstract

Pendanaan berbasis ESG (Environmental, Social, Governance) telah menjadi pendekatan strategis untuk mendorong keberlanjutan, khususnya dalam sektor UMKM di Indonesia. Artikel ini mengeksplorasi potensi integrasi prinsip ESG dengan nilai syariah dalam mendukung UMKM, terutama di sektor pertanian. Dengan pendekatan ini, pembiayaan diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap lingkungan, meningkatkan kesejahteraan sosial, dan menciptakan tata kelola yang lebih adil. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan analisis literatur, kebijakan terkini, dan studi kasus. Hasil menunjukkan bahwa model pendanaan ESGSyariah menawarkan solusi inovatif dalam mengatasi tantangan literasi, infrastruktur, dan implementasi ESG pada UMKM. Artikel ini merekomendasikan kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan syariah, dan UMKM untuk mempercepat adopsi ESG Financing berbasis syariah, guna mewujudkan keberlanjutan ekonomi yang inklusif.