Kartika Maulidya Irzain
Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia dan Tingkat Kemiskinan terhadap Produk Domestik Regional Bruto di 34 Provinsi Indonesia (2020-2024) Kartika Maulidya Irzain; Pardomuan Robinson Sihombing
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Syariah Vol 2 No 2 (2025): Edisi 3
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/hasina.v2i2.2019

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan tingkat kemiskinan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di 34 provinsi Indonesia periode 2020–2024. Dengan pendekatan kuantitatif dan data panel dari Badan Pusat Statistik (BPS), penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda untuk menguji hubungan antar variabel. Model Fixed Effect (FEM) terpilih sebagai model terbaik setelah melalui serangkaian uji statistik termasuk uji Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier, yang mengkonfirmasi keunggulan model ini dibandingkan alternatif lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IPM berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB (koefisien 0,029791; p=0,0441), mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, kesehatan, dan standar hidup mampu mendorong pertumbuhan ekonomi regional secara nyata. Temuan ini konsisten dengan teori pembangunan ekonomi yang menyatakan bahwa kualitas SDM merupakan faktor kunci dalam pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Di sisi lain, tingkat kemiskinan tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap PDRB (p=0,9236), meskipun secara teoritis kemiskinan dapat menghambat pertumbuhan ekonomi melalui berbagai mekanisme seperti penurunan produktivitas tenaga kerja dan terbatasnya akses terhadap sumber daya ekonomi. Ketidaksignifikan ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk periode penelitian yang relatif singkat (lima tahun) sehingga belum mampu menangkap dampak jangka panjang kemiskinan terhadap pertumbuhan ekonomi. Selain itu, metode pengukuran kemiskinan yang digunakan mungkin belum sepenuhnya mencakup berbagai dimensi kemiskinan yang relevan dengan pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini juga melakukan berbagai uji asumsi klasik dan mengatasi masalah heteroskedastisitas serta autokorelasi dengan menggunakan robust standard error, sehingga hasil estimasi yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan secara statistik. Implikasi kebijakan dari temuan ini sangat penting bagi perencanaan pembangunan di Indonesia. Pemerintah perlu terus memprioritaskan investasi dalam pembangunan manusia melalui peningkatan akses pendidikan berkualitas, pelayanan kesehatan yang merata, dan program-program peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, meskipun tidak signifikan dalam penelitian ini, upaya pengentasan kemiskinan tetap harus menjadi perhatian mengingat dampaknya terhadap berbagai aspek pembangunan lainnya.