Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Komparatif Kelembagaan Ekonomi Islam di Brunei Darussalam dan Singapura serta Implikasinya bagi Penguatan Ekonomi Islam di Indonesia Ahmaddhan Ayyasal Fatah; Naufal Luthfi Alifa
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/jimi.v1i2.74

Abstract

Beberapa survei dan kajian mengenai penguatan kelembagaan ekonomi Islam di Asia Tenggara menunjukkan bahwa meskipun Brunei Darussalam dan Singapura memiliki ekosistem keuangan syariah yang berkembang, masih terdapat kesenjangan penelitian terkait bagaimana kedua negara tersebut dapat menjadi model strategis bagi Indonesia dalam membangun arsitektur kelembagaan keuangan Islam yang lebih kokoh dan berdaya saing global. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan serta strategi kelembagaan ekonomi Islam di Brunei dan Singapura, sekaligus merumuskan implikasi serta model adaptif yang relevan bagi konteks Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi literatur kualitatif melalui penelusuran jurnal internasional, laporan lembaga keuangan, kebijakan nasional, serta kerangka regulasi regional ASEAN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Brunei unggul dalam legitimasi syariah, konsolidasi hubungan agama–negara, dan konsistensi kebijakan pemerintah dalam membangun sistem keuangan syariah secara terstruktur. Sebaliknya, Singapura menonjol melalui inovasi keuangan, keterhubungan global, kerangka regulasi yang progresif, serta kapabilitas teknologi yang memungkinkan pengembangan Islamic fintech, green sukuk, dan instrumen keuangan berkelanjutan lainnya. Keduanya menghadirkan karakteristik yang saling melengkapi dan sangat relevan sebagai rujukan strategis bagi Indonesia. Temuan ini menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar mengembangkan model hibrida keuangan Islam yang memadukan kekuatan regulatif Brunei dengan keunggulan inovatif Singapura. Hal ini dapat dilakukan melalui penguatan koordinasi kelembagaan, diversifikasi instrumen syariah, kolaborasi regional, peningkatan kapasitas SDM, serta percepatan digitalisasi. Kontribusi utama penelitian ini adalah menawarkan kerangka konseptual integratif yang dapat digunakan pemerintah dan pemangku kebijakan untuk meningkatkan daya saing industri keuangan syariah nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat keuangan Islam di kawasan Asia Tenggara dan global.