Konsumsi buah di Indonesia yang belum memenuhi standar gizi seimbang menjadi masalah kesehatan yang memerlukan perhatian, terutama di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat konsumsi buah dan faktor-faktor yang berhubungan pada mahasiswa Program Studi Agribisnis, Universitas Lambung Mangkurat, yang diharapkan menjadi teladan dalam pola konsumsi sehat. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan desain cross-sectional pada 30 mahasiswa yang dipilih melalui Simple Random Sampling dari total populasi 396 orang. Data tingkat konsumsi buah dikumpulkan menggunakan kuesioner Semi Quantitative Food Frequency (SQ-FFQ) dan dianalisis secara deskriptif. Uji korelasi Rank Spearman dengan SPSS digunakan untuk menguji hubungan antara tingkat konsumsi buah dengan variabel pengetahuan, preferensi, ketersediaan buah, dan konsumsi makanan cepat saji. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi buah mahasiswa tergolong tinggi, yaitu 216,48 gram/orang/hari. Ditemukan hubungan positif yang signifikan antara tingkat pengetahuan gizi dengan tingkat konsumsi buah (ρ=0,515), sebaliknya terdapat hubungan negatif yang signifikan antara frekuensi konsumsi makanan cepat saji dengan tingkat konsumsi buah (ρ=−0,445). Tidak ditemukan hubungan yang signifikan pada variabel preferensi dan ketersediaan buah. Hasil ini mengimplikasikan bahwa peningkatan pengetahuan secara efektif mendorong konsumsi buah, sementara gaya hidup modern yang tercermin dari konsumsi makanan cepat saji menjadi penghambat utama.