This Author published in this journals
All Journal Frontier Agribisnis
Muzdalifah Muzdalifah
Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Antara Karakteristik Penerima Hibah Kompetitif Program YESS Dengan Tingkat Persepsi Tentang Wirausaha di Kabupaten Banjar Ummu Hani; Muzdalifah Muzdalifah
Frontier Agribisnis Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i3.16822

Abstract

Sektor pertanian merupakan penopang utama perekonomian perdesaan di Indonesia, namun kewirausahaan di kalangan pemuda masih menghadapi hambatan seperti rendahnya adopsi teknologi dan keterbatasan akses pasar. Sebagai upaya mengatasinya, Program YESS menyediakan hibah kompetitif untuk meningkatkan kapasitas wirausaha muda pertanian. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik penerima hibah, menilai tingkat persepsi mereka tentang kewirausahaan, serta menganalisis hubungan keduanya. Penelitian dilakukan di Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, dengan melibatkan 50 responden yang dipilih secara sampling jenuh. Data diperoleh melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara deskriptif dan dengan korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden umumnya berada pada usia produktif dengan latar pendidikan menengah, pengalaman usaha relatif lama, dan keikutsertaan dalam beberapa pelatihan. Tingkat persepsi kewirausahaan berada pada kategori tinggi (81,92%). Analisis korelasi menunjukkan bahwa hanya tingkat pendidikan yang berhubungan positif dan signifikan dengan persepsi kewirausahaan (r = 0,415; p = 0,003), sedangkan umur, pengalaman, dan jumlah pelatihan tidak signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan formal memiliki peran penting dalam membentuk persepsi kewirausahaan, sementara pengalaman usaha dan pelatihan perlu difokuskan pada peningkatan kualitas agar lebih berdampak.