Primanitha Ria Utami
Prodi Farmasi, Universitas Muhammadiyah Lamongan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI YANG TEPAT DAN POLA HIDUP SEHAT MENGGUNAKAN MODEL DIET DASH Primanitha Ria Utami; Syafira Nur Hayati; Tiara Jeni Rosadi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34613

Abstract

Abstrak: Tingginya tingkat kejadian penggunaan antihipertensi yang tidak sesuai dengan anjuran klinisi, menyebabkan pasien pada sasaran mitra kami yaitu pasien hipertensi sejumlah 32 pasien yang lokasinya di posyandu lansia Babat kerap kali menjadi tidak patuh minum obat, kurang memperhatikan pengaturan pola makan yang sesuai untuk menunjang keberhasilan terapi sehingga beresiko kurang maksimalnya keberhasilan terapi pasien dalam kontrol tekanan darah. Tujuan PKM ini adalah memberikan edukasi dengan menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD) kepada masyarakat agar lebih tepat dalam menggunakan antihipertensi dan mengetahui pola hidup sehat menggunakan Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Hasil evaluasi kegiatan menggunakan kuesioner pengukuran tingkat pengetahuan dengan 10 pertanyaan, menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pasien hipertensi antara lain: tingkat pengetahuan yang cukup 62,50%, tingkat pengetahuan kurang (34,38%), dan pengetahuan baik (3,12%). Tingkat kepatuhan menghasilkan tidak patuh 40,63%, cukup patuh 18,74% dan patuh 40,63%. Kegiatan ini menunjukkan akan pentingnya menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam penggunaan obat yang tepat sesuai dengan anjuran yang diberikan demi keberhasilan terapi yang diharapkan.Abstract: Hypertension can lead to complications, including microvascular and macrovascular complications. Complications can contribute to a decreased quality of life, an increased risk of death, and increased medical costs as complications arise. The condition that emerged in our community service targets, namely 32 Aisyiyah mothers at the Babat elderly health post (posyandu) for the elderly. The problem that emerged was that many patients still did not take antihypertensives according to the prescribed dosage instructions, which risked affecting the success of patient therapy. The purpose of this Community Service Program (PKM) was to educate the community to be more appropriate in using antihypertensives and to learn about healthy lifestyles using the DASH DIET (Dietary Approaches to Stop Hypertension). The results of the activity evaluation using a questionnaire measuring the level of knowledge with 10 questions, showed that the level of knowledge of hypertension patients included: sufficient knowledge level (62.50%), poor knowledge level (34.38%), and good knowledge (3.12%). The compliance level resulted in non-compliant 40.63%, 18.74% moderately compliant and 40.63% compliant. This activity demonstrated the importance of raising public awareness in the proper use of medication according to the recommendations given for the expected success of therapy. 
PRAKTIK SWAMEDIKASI RASIONAL PADA KASUS BATUK DAN PILEK DI KALANGAN REMAJA Nur An Nitta Rizki Fanani; Suci Dwi Rahmawati; Bagus Maulana Ramadhani; Cicik Kusumo Dewi; Primanitha Ria Utami
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39628

Abstract

Abstrak: Kasus batuk dan pilek pada remaja sekolah cenderung meningkat selama musim hujan, sedangkan pemahaman mengenai swamedikasi yang rasional serta pengelolaan obat masih tergolong rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang swamedikasi cerdas pada batuk pilek, upaya pencegahan penularan, pemilihan obat yang sesuai, serta cara penyimpanan dan pemusnahan obat yang benar. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyuluhan dan edukasi interaktif menggunakan media presentasi dan leaflet kepada 32 siswa, serta dilakukan pre-test dan post-test sebagai bentuk evaluasi pengetahuan remaja terkait praktik swamedikasi rasional pada kasus batuk dan pilek, meliputi pemilihan obat, aturan penggunaan, dosis, dan risiko penggunaan obat yang tidak rasional. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pada kategori baik 46,875 % menjadi 84,375%, namun pada kategori cukup masih terdapat 15,625% yang semula 53,125% setelah diberikan edukasi. Sebanyak 37,5% peserta mengalami peningkatan skor individu dari cukup menjadi baik. Antusiasme peserta juga terlihat dari keaktifan dalam sesi tanya jawab dan diskusi. Dengan demikian, kegiatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa terkait swamedikasi rasional serta mendukung penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.Abstract: Cases of coughs and colds among school adolescents tend to increase during the rainy season, while knowledge regarding rational self-medication and proper drug management remains relatively low. This community service activity aimed to improve students’ understanding of smart self-medication for coughs and colds, prevention of disease transmission, appropriate drug selection, as well as proper drug storage and disposal. The method used involved interactive counseling and educational sessions through presentations and leaflets for 32 students, accompanied by pre-tests and post-tests as evaluation tools to measure adolescents’ knowledge regarding rational self-medication practices for coughs and colds, including drug selection, directions for use, dosage, and the risks of irrational drug use. The results of the activity show an increase in the good category from 46.875% to 84.375%, but in the sufficient category the percentage remains at 15.625%, down from the initial 53.125% following the educational session. 37.5% of participants saw their individual scores improve from sufficient to good. The participants enthusiasm was also evident in their active participation in the Q&A session and discussion sessions. Therefore, this activity was considered effective in enhancing students’ knowledge and skills in rational self-medication and in encouraging clean and healthy living behaviors within the school environment.