Jeni Oktavia Karundeng
Prodi D3 Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Jayapura

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUATAN PERAN KADER DALAM PENCEGAHAN MALARIA MELALUI PELATIHAN MODIFIKASI KASA VENTILASI DARI KELAMBU BERINSEKTISIDA Jeni Oktavia Karundeng; Yeli Mardona; Rosmitha Tanan; Renny Endang Kafiar; Diliani Diliani; Fatima Yanti Onawame; Lenny Nur Handayani; Johan Berwulo; Andi Fatmawati Firman
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.31670

Abstract

Abstrak: Malaria merupakan salah satu penyakit endemis yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di berbagai wilayah, terutama di Papua. Pencegahan penyakit ini memerlukan keterlibatan aktif masyarakat dalam pengendalian vektor, termasuk melalui inovasi rumah sehat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan (hardskill) kader malaria dalam pembuatan dan pemasangan kasa ventilasi modifikasi sebagai upaya pencegahan malaria. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, demonstrasi langsung, dan praktik lapangan. Kegiatan ini melibatkan 11 orang kader malaria dari wilayah endemis di Kabupaten Mimika. Evaluasi dilakukan menggunakan angket pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan mitra sebesar 85% setelah mengikuti kegiatan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kader mampu mengedukasi masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan dalam pencegahan malaria.Abstrac: Malaria remains an endemic disease and a significant public health concern in various regions, particularly in Papua. Effective prevention requires active community participation in vector control, including the implementation of healthy housing innovations. This program aimed to enhance the knowledge and practical skills (hardskills) of malaria health cadres in constructing and installing modified ventilation screens as a preventive measure against malaria. The activities were carried out through lectures, direct demonstrations, and hands-on practice. A total of 11 malaria cadres from endemic areas in Mimika Regency participated in the program. Evaluation was conducted using pre-test and post-test questionnaires to measure improvements in participants’ knowledge and skills. The results showed an 85% increase in the cadres’ competencies after the training. This program is expected to empower health cadres to independently educate their communities and support sustainable malaria prevention efforts.
UJI ORGANOLEPTIK ES KRIM SAPI (SAGU DAN PISANG) SEBAGAI LANGKAH AWAL PENGEMBANGAN MAKANAN TAMBAHAN UNTUK PENCEGAHAN WASTING PADA BALITA Yeli Mardona; Jeni Oktavia Karundeng; Renny Endang Kafiar; Rosmitha Tanan; Muhammad Agrizal; Jenico Agricola Irri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33887

Abstract

Abstrak: Wasting merupakan masalah gizi akut yang ditandai dengan berat badan rendah menurut tinggi badan. Salah satu upaya pencegahannya adalah pengembangan makanan tambahan berbasis pangan lokal sesuai preferensi anak. Penelitian ini bertujuan menilai karakteristik organoleptik es krim berbahan sagu dan pisang (Es Krim SAPI) sebagai alternatif makanan tambahan. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan eksperimen laboratorium. Uji organoleptik dilakukan pada 15 mahasiswa sebagai panelis semi-terlatih usia 18–25 tahun menggunakan skala hedonik 5 poin (1 = sangat tidak suka, 5 = sangat suka) terhadap parameter sensoris, meliputi rasa, aroma, tekstur, warna, penampilan, dan tingkat keterterimaan keseluruhan. Interpretasi skor dilakukan berdasarkan rata-rata penilaian panelis pada setiap parameter. Hasil menunjukkan seluruh parameter berada pada kategori “suka” hingga “sangat suka”, dengan skor tertinggi pada keterterimaan keseluruhan (4,60±0,51). Es Krim SAPI memiliki tingkat penerimaan tinggi dan berpotensi dikembangkan sebagai makanan tambahan bergizi lokal untuk pencegahan wasting.Abstract: Wasting is an acute malnutrition problem characterized by low weight-for-height. One preventive effort is the development of supplementary foods from local ingredients that fit children’s preferences. This study aimed to evaluate the organoleptic characteristics of ice cream made from sago and banana (SAPI Ice Cream) as an alternative supplementary food. A descriptive quantitative design with a laboratory experiment was employed. Organoleptic testing involved 15 undergraduate students as semi-trained panelists aged 18–25 years, using a 5-point hedonic scale (1 = strongly dislike, 5 = strongly like) to assess sensory parameters including taste, aroma, texture, color, appearance, and overall acceptability. Score interpretation was based on the mean value of each parameter. Results indicated that all parameters were within the “like” to “strongly like” category, with the highest score on overall acceptability (4.60±0.51). SAPI Ice Cream showed high acceptance and has potential to be developed as a nutritious local supplementary food for wasting prevention.