Alfrida Semuel Ra'bung
Department of Nursing, Poltekkes Kemenkes Palu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI DAN PELATIHAN KADER KESEHATAN UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR DAN PENINGKATAN PRAKTIK IMD SERTA ASI EKSKLUSIF Alfrida Semuel Ra'bung; Hasni Hasni; Diah Ayu Hartini; Putri Mulia Sakti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34713

Abstract

Abstrak: Kasus Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes melitus terus meningkat di Kelurahan Baiya. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai gaya hidup sehat dan deteksi dini, serta terbatasnya peran kader kesehatan, memperburuk situasi ini. Selain itu, cakupan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan pemberian ASI eksklusif masih rendah karena kurangnya edukasi bagi ibu hamil. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam skrining PTM dan memperkuat pengetahuan ibu hamil terkait IMD. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan interaktif, dan pelatihan praktik bagi 20 warga usia ≥35 tahun, 5 pemuda, dan 10 ibu hamil. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan PTM pada masyarakat dari 36% menjadi 88%, pengetahuan IMD/ASI eksklusif pada ibu hamil meningkat dari 50% menjadi 100%, serta 100% kader mampu melakukan skrining tekanan darah dan perhitungan IMT. Intervensi ini terbukti meningkatkan kesadaran kesehatan dan keterampilan kader secara signifikan.Abstract: Cases of Non-Communicable Diseases (NCDs) such as hypertension and diabetes mellitus continue to increase in Baiya Village. The low public knowledge about healthy lifestyles and early detection, as well as the limited role of health cadres, exacerbate this situation. In addition, the coverage of Early Breastfeeding Initiation (IMD) and exclusive breastfeeding is still low due to the lack of education for pregnant women. This service activity aims to increase the capacity of health cadres in NCD screening and strengthen pregnant women's knowledge related to IMD. The methods used included socialization, interactive counseling, and practical training for 20 residents aged ≥35 years, 5 youth, and 10 pregnant women. Evaluation is carried out through pre-test and post-test. The results showed an increase in NCD knowledge in the community from 36% to 88%, exclusive knowledge of IMD/ASI in pregnant women increased from 50% to 100%, and 100% of cadres were able to conduct blood pressure screening and BMI calculations. This intervention has been shown to significantly increase health awareness and skills of cadres.
PEMBERDAYAAN KOMUNITAS MELALUI EDUKASI TERINTEGRASI UNTUK MENCEGAH PERNIKAHAN DINI Putri Mulia Sakti; Diah Ayu Hartini; Alfrida Semuel Ra'bung
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.32761

Abstract

Abstrak: Tingginya angka pernikahan dini di Indonesia menjadi perhtaian serius karena berdampak pada Kesehatan reproduksi dan masa depan remaja. Di Kelurahan Baiya, kasus pernikahan dini menunjukkan fluktuasi selama tiga tahun terakhir, namun upaya pencegahan masih bersifat sektoral dan tidak terintegrasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Kesehatan serta kelompok komunitas dalam memberikan edukasi pencegahan pernikahan dini melalui penyusunan dan implementasi modul terintegrasi. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, Focus Group Discussion (FGD), penyusunan modul secara partisipatif, serta pendampingan praktik edukasi. Mitra kegiatan ini meliputi 30 orang, terdiri dari 15 orang kader Kesehatan, 2 orang anggota PKK, 8 orang perwakilan Yayasan Wahana Visi Indonesia, dan 5 petugas Kesehatan dari Puskesmas Pantoloan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan kueioner serta observasi langsung terhadap kemampuan kader dalam menyampaikan edukasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kader sebesar 74,9% terkait pernikahan dini dan peningkatan keterampilan remaja sebesar 56% dalam komunikasi efektif dan pengambilan keputusan. Modul edukasi yang telah disusun diaplikasikan secara aktif oleh kader dalam sesi edukasi kelompok remaja dan orang tua di wilayah binaan.Abstract: The high prevalence of early marriage in Indonesia had become a serious concern due to its impact on reproductive health and the future of adolescents. In Baiya Subdistrict, early marriage cases had fluctuated over the past three years, yet preventive efforts remained sectoral and unintegrated. This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of health cadres and community groups in providing education for the prevention of early marriage through the development and implementation of an integrated educational module. The methods included lectures, Focus Group Discussions (FGDs), participatory module development, and mentoring for educational practice. The activity involved 30 participants, consisting of 15 health cadres, 2 PKK members, 8 representatives from Wahana Visi Indonesia Foundation, and 5 health workers from Pantoloan Public Health Center. Evaluation was conducted through pre-test and post-test using questionnaires, as well as direct observation of the cadres’ ability to deliver health education. The results showed an 85% improvement in the cadres’ communication and education skills related to early marriage prevention. The educational module developed during this activity was actively implemented by the cadres in education sessions targeting adolescents and parents in their respective communities.