Iin Widiyastuti
PC IAI Kabupaten Tegal

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI DAN PELATIHAN PRODUK AROMATERAPI BAGI SISWA SMK UNTUK PRODUK TEACHING FACTORY Heru Nurcahyo; Susiyarti Susiyarti; Joko Santoso; Iin Widiyastuti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.31826

Abstract

Abstrak: Tingginya pasar aromaterapi global diperkirakan mencapai USD 9.211,7 juta pada tahun 2024 dan diproyeksikan tumbuh pada Compounded Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 8,9% dari tahun 2025 hingga 2030, hal tersebut mendorong konsep pembelajaran teaching factory sekolah vokasi yang berorientasi pada produksi dan bisnis untuk menjawab tantangan perkembangan industry bagi sekolah kesehatan. Permasalahan sekolah dibutuhkan kemitraan dengan perguruan tinggi yang mampu mendorong berkembangnya konsep pembelajaran tersebut, dimana tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan soft-skill dan hard-skill bagi siswa dan guru dalam mewujudkan teaching factory. Metode kegiatan ini menggunakan beberapa tahapan yaitu koordinasi, materi, praktikum dan evaluasi. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 50 siswa sebagai peserta dan 3 guru SMK Amanah Husada Pemalang sebagai pendamping berjalan dengan baik dan antusias, dimana hasil umpan balik pre-test dan post-test, menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 30%. Hasil kegiatan pengabdian tersebut menunjukkan adanya peningkatan interprestasi tinggi dengan nilai ≥90.Abstract: The global aromatherapy market is projected to reach USD 9,211.7 million in 2024 and is expected to grow at a Compound Annual Growth Rate (CAGR) of 8.9% from 2025 to 2030. This trend encourages the implementation of teaching factory-based learning, which focuses on production and business, as a response to industry developments, particularly in health-related schools. One of the challenges faced by vocational schools is the need for partnerships with higher education institutions that can support the development of such learning models. This community service activity aims where the aim of this service is to improve soft skills and hard skills for students and teachers in realizing a teaching factory. The activity involved several stages: coordination, material delivery, practical sessions, and evaluation. A total of 50 students as a participant and 3 teachers from SMK Amanah Husada Pemalang as a companion participated enthusiastically in this program. Based on the feedback from pre-test and post-test results, there was a 30% increase in participants’ understanding. The outcome of this activity demonstrated a high level of interpretation, with scores reaching ≥90.
PEMBERDAYAAN PKK GRIYA SANTIKA MELALUI KEARIFAN LOKAL TANAMAN OBAT KELUARGA BERBASIS ETNOMEDISIN Heru Nurcahyo; Purgiyanti Purgiyanti; Aldi Budi Riyanta; Ida Afriliyana; Iin Widiyastuti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.41096

Abstract

Abstrak: Pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai terapi komplementer berbasis etnomedisin di lingkungan masyarakat masih belum optimal akibat keterbatasan pengetahuan kader, terutama dalam mengenali, mengolah, serta memanfaatkan tanaman obat secara tepat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Griya Santika melalui pemberdayaan berbasis kearifan lokal dalam pemanfaatan TOGA. Metode yang diterapkan meliputi focus group discussion (FGD), penyuluhan interaktif mengenai konsep etnomedisin, serta pendampingan praktik pemanfaatan tanaman obat keluarga. Kegiatan melibatkan 25 kader dari ibu rumah tangga/anggota PKK sebagai mitra. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pretest dan posttest melalui kuisiner dengan mengiplementasikan skala likert untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan yang signifikan, ditunjukkan oleh kenaikan persentase kader dengan kategori pengetahuan baik dari 40% sebelum kegiatan menjadi 90% setelah kegiatan, atau meningkat sebesar 50 poin persentase. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan pemberdayaan berbasis etnomedisin efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader PKK sehingga berpotensi mendukung penerapan terapi komplementer berbasis tanaman obat di tingkat keluarga dan masyarakat.Abstract: Utilization of household medicinal plants (TOGA) as complementary therapy based on ethnomedicine within the community still remains suboptimal due to the limited knowledge and skills of community health workers, particularly in recognizing, processing, and properly utilizing medicinal plants. This community service activity aims to enhance the capacity of Griya Santika Family Empowerment and Welfare (PKK) cadres through empowerment based on local indigenous knowledge in the utilization of TOGA. The methods utilized include focus group discussions (FGDs), interactive workshops on the concept of ethnomedicine, and practical guidance on the use of family medicinal plants. The activity involved 25 cadres, homemakers, and PKK members as partners. Evaluation was conducted using a pretest-posttest design through a questionnaire that implemented a Likert scale to measure participants’ knowledge gains. The evaluation results showed a significant improvement in participants’ knowledge, as evidenced by an increase in the percentage of community health workers classified as having “good” knowledge, from 40% before the activity to 90% after the activity, representing a 50 percentage point increase. These results show that an ethnic medicine-based empowerment approach is effective in enhancing the knowledge of Family Empowerment and Welfare community health workers, thereby potentially supporting the implementation of herbal-based complementary therapies at the family and community levels.