Sri Yuli Ayu Putri
Akuntansi, Universitas Bina Insani

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENTINGNYA SOFT SKILL BAGI GENERASI Z DALAM MENGHADAPI DUNIA KERJA Dade Nurdiniah; Sri Yuli Ayu Putri; Muhammad Muhammad; Suci Aulia Rahmawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35648

Abstract

Abstrak: Tujuan dari Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini untuk meningkatkan pemahaman Generasi Z mengenai peran penting soft skill dalam menunjang kesiapan dan keberhasilan mereka di dunia kerja yang semakin kompetitif dan dinamis. Kegiatan ini dirancang untuk mengatasi tantangan yang dihadapi Generasi Z, khususnya lulusan SMK, dalam menavigasi lanskap ketenagakerjaan yang semakin kompetitif. Entitas yang menjadi objek pengabdian ini adalah SMK Telekomunikasi Telesandi Bekasi, khususnya 136 siswa/siswi kelas dua belas yang baru saja menyelesaikan pendidikan formal mereka. Tantangan utama yang diidentifikasi pada mereka adalah kurangnya keterampilan komunikasi, kemampuan kerja tim, manajemen waktu, etos kerja, dan kecerdasan emosional, yang semuanya merupakan komponen penting dari soft skill. Menanggapi masalah tersebut, tim PKM Universitas Bina Insani mengadakan sesi pelatihan bertajuk “Pentingnya Soft Skill bagi Generasi Z dalam Menghadapi Dunia Kerja” pada 22 Mei 2025. Pelatihan ini dilaksanakan melalui tiga sesi komprehensif yang mencakup topik-topik seperti karakteristik generasi Generasi Z, pentingnya soft skill, strategi komunikasi yang efektif, dinamika kerja tim, kecerdasan emosional, teknik manajemen waktu, etos kerja, kemampuan beradaptasi, kualitas kepemimpinan, kreativitas, dan keterampilan berpikir kritis. Metodologi instruksional yang digunakan adalah kuliah interaktif, diskusi kelompok, dan integrasi media pembelajaran interaktif (Google Form, Mentimeter, Quiz), selain itu kegiatan icebreaking dilakukan untuk mempertahankan keterlibatan peserta. Hasil kegiatan ini mengungkapkan bahwa peningkatan yang signifikan terjadi pada pemahaman peserta tentang relevansi soft skill di ranah profesional, dikuatkan oleh tingkat kepuasan 83% dalam kategori “sangat puas”. Namun demikian, tantangan tetap ada seperti pengelolaan kelompok besar peserta secara efektif, yang berdampak pada efisiensi waktu dan kejelasan materi instruksional. Singkatnya, kegiatan pengabdian ini berhasil memberikan manfaat substantif bagi siswa Generasi Z dalam persiapan mereka sebagai tenaga kerja baru dan diharapkan kegiatan ini berkembang menjadi program yang berkelanjutan di masa depan.Abstract: The purpose of this Community Service (PKM) is to increase Generation Z's understanding of the important role of soft skills in supporting their readiness and success in an increasingly competitive and dynamic world of work. This activity is designed to address the challenges faced by Generation Z, especially vocational high school graduates, in navigating the increasingly competitive employment landscape. The entity that is the object of this service is Telesandi Telecommunication Vocational High School Bekasi, specifically 136 twelfth grade students who have just completed their formal education. The main challenges identified in them are a lack of communication skills, teamwork abilities, time management, work ethic, and emotional intelligence, all of which are important components of soft skills. In response to this problem, the Bina Insani University PKM team held a training session entitled "The Importance of Soft Skills for Generation Z in Facing the World of Work" on May 22, 2025. This training was carried out through three comprehensive sessions covering topics such as the characteristics of the Generation Z generation, the importance of soft skills, effective communication strategies, teamwork dynamics, emotional intelligence, time management techniques, work ethic, adaptability, leadership qualities, creativity, and critical thinking skills. The instructional methodology used was interactive lectures, group discussions, and the integration of interactive learning media (Google Form, Mentimeter, Quiz), in addition to icebreaking activities conducted to maintain participant engagement. The results of this activity revealed a significant increase in participants' understanding of the relevance of soft skills in the professional realm, reinforced by a satisfaction level of 83% in the "very satisfied" category. However, challenges remain such as managing large groups of participants effectively, which impacts time efficiency and the clarity of instructional materials. In short, this community service activity succeeded in providing substantive benefits for Generation Z students in their preparation as new workers and it is hoped that this activity will develop into a sustainable program in the future.
PENINGKATAN BUDAYA MUTU MELALUI WORKSHOP SISTEM PENGENDALIAN MUTU INTERNAL Lucia Ari Diyani; Siti Dewi Winata; Sri Yuli Ayu Putri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.32010

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bagi para dosen dan tenaga kependidikan dengan mengangkat tema Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Kegiatan ini dilakukan dengan metode pelatihan aktif, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan praktis peserta dalam menerapkan budaya mutu di lingkungan akademik. Kegiatan ini menghasilkan empat luaran utama: pertama, memperdalam pemahaman peserta mengenai konsep, prinsip, dan regulasi yang melandasi SPMI; kedua, memperkuat kompetensi dalam menyusun dokumen SPMI; ketiga, mendorong integrasi budaya mutu dalam pelaksanaan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat; dan keempat, mempersiapkan institusi menghadapi audit mutu internal serta akreditasi. Kegiatan berlangsung selama empat hari dan diikuti oleh 47 peserta, terdiri atas 29 dosen dan 18 tenaga kependidikan. Sistem evaluasi dilakukan melalui pre test dan post test, evaluasi kepuasan dan evaluasi minat keberlanjutan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari rata-rata 67 menjadi 85. Hasil evaluasi kepuasan menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi. 87,2% dari total peserta menyatakan sangat puas dan 12,8% lainnya menyatakan puas. Selain itu, evaluasi terhadap minat keberlanjutan menunjukkan bahwa 100% peserta menginginkan mengikuti kegiatan lanjutan dengan topik Audit Mutu Internal. Seluruh peserta juga merekomendasikan agar kegiatan lanjutan segera dilaksanakan, sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan audit mutu internal dan memperkuat budaya mutu secara berkelanjutan.Abstract: This community service activity was carried out for lecturers and education personnel with the theme of Internal Quality Assurance System (SPMI). This activity was carried out using active training method, aiming to improve participants' understanding and practical abilities in implementing quality culture in the academic environment. This activity produced four main outcomes: first, deepening participants' understanding of the concepts, principles, and regulations underlying SPMI; second, strengthening competence in compiling SPMI documents; third, encouraging the integration of quality culture in the implementation of learning, research, and community service; and fourth, preparing institutions to face internal quality audits and accreditation. The activity lasted for four days and was attended by 47 participants, consisting of 29 lecturers and 18 education personnel. The evaluation system was carried out through pre-tests and post-tests, satisfaction evaluations and evaluations of interest in sustainability. The evaluation results showed an increase in participants' understanding from an average of 67 to 85. The results of the satisfaction evaluation showed a very high level of satisfaction. 87.2% of the total participants stated that they were very satisfied and 12.8% stated that they were satisfied. In addition, the evaluation of sustainability interest showed that 100% of participants wanted to participate in follow-up activities with the topic of Internal Quality Audit. All participants also recommended that follow-up activities be implemented immediately, as a strategic step in preparing for internal quality audits and strengthening quality culture sustainably.