Annis Nurfitriana Nihayah
Prodi Ekonomi Pembangunan, Universitas Negeri Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TRANSFORMASI KEMANDIRIAN EKONOMI DAN IMPLEMENTASI SDGS DESA MELALUI INOVASI GADUNG “BERKILAU” Annis Nurfitriana Nihayah; Rahmadani Nur Permanawati; Didin Herlinudinkhaji; Ayuntavia Ayuntavia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34512

Abstract

Abstrak: Potensi lokal berupa umbi gadung yang belum dimanfaatkan optimal oleh KUBE Damai Makmur karena keterbatasan pemahaman diversifikasi produk, teknologi, dan pemasaran digital. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengolah umbi gadung menjadi keripik bernilai jual lebih tinggi. Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi diversifikasi dan pemasaran digital, pelatihan pembuatan keripik gadung, pelatihan platform digital (Instagram), serta branding produk (nama/merek, logo, kemasan, dan stiker). Kegiatan diikuti 20 peserta anggota KUBE Damai Makmur dan dievaluasi melalui Forum Discussion Group (FGD). Evaluasi dari kegiatan ini dilakukan dengan metode diskusi atau wawancara langsung serta melakukan pencatatan informasi tentang hambatan dan motivasi dalam melaksanakan kegiatan, indikator keberhasilan dari kegiatan ini adalah 75% peserta yang merupakan anggota KUBE Damai Makmur mengalami peningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang diversifikasi produk, branding produk, dan pemasaran digital serta dapat mempraktekkannya. Hasil menunjukkan 100% peserta aktif mengikuti kegiatan, dengan peningkatan level keberdayaan terkait pengetahuan produksi dari 35% menjadi 88%, ketrampilan teknis dari 30% menjadi 85%, akses pasar dari 20% menjadi 80%, serta manajemen usaha dari 25% menjadi 82%. Abstract:  Banyumeneng Village, Mranggen District, Demak Regency has local potential in gadung tubers that remain underutilized by the Damai Makmur Joint Business Group (KUBE) due to limited knowledge of product diversification, technology, and digital marketing. This community service program aimed to improve community understanding and skills in processing gadung into chips with higher market value. Activities included socialization on diversification and digital marketing, training on gadung chip production, digital platform training (Instagram), and product branding (name/brand, logo, packaging, and labeling). The program involved 20 KUBE Damai Makmur members and was evaluated through a Focus Group Discussion (FGD). The evaluation of this activity was carried out through discussion or direct interviews, as well as by recording information about the obstacles and motivations in implementing the program. The success indicator of this activity is that 75% of participants, who are members of KUBE Damai Makmur, experience an increase in knowledge and skills related to product diversification, product branding, and digital marketing, and are able to put them into practice. The results showed that 100% of participants actively took part in the activity, with an increase in empowerment levels: knowledge of production rose from 35% to 88%, technical skills from 30% to 85%, market access from 20% to 80%, and business management from 25% to 82%.