Muhammad Tegar Fernanda
Politeknik Negeri Sriwijaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

OPTIMALISASI PEMANFAATAN LIMBAH TULANG IKAN MELALUI PENGOLAHAN TULANG IKAN MENJADI PRODUK BERNILAI TINGGI Ayu Kalista; Hadi Jauhari; Mulyadi Mulyadi; Restu Saputra; Muhammad Tegar Fernanda
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34576

Abstract

Abstrak: Limbah tulang ikan dari industri pengolahan masih belum dimanfaatkan secara optimal oleh UMKM, termasuk UMKM CEK AaT di Seberang Ulu I, Palembang, yang membuang sekitar 5-10 kg per hari. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan limbah tersebut menjadi tepung bernilai ekonomis melalui penerapan teknologi sederhana berupa mesin penggiling dan pengering, sekaligus meningkatkan keterampilan mitra. Program dilaksanakan dalam tiga tahap: pra-kegiatan, pelaksanaan (sosialisasi, penyuluhan, workshop, dan praktik), serta evaluasi. Sebanyak 10 orang anggota UMKM dilibatkan aktif dalam kegiatan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan keterampilan. Hasil menunjukkan kemampuan mitra dalam mengolah tulang ikan meningkat signifikan, dari 30% sebelum kegiatan menjadi 80% setelahnya. Selain itu, sebagian besar peserta telah mampu melakukan proses produksi secara mandiri sesuai standar, sehingga peluang peningkatan nilai tambah ekonomi produk olahan limbah ikan semakin terbuka.Abstract: Fish bone waste from the processing industry is still not optimally utilized by MSMEs, including the CEK AaT MSME in Seberang Ulu I, Palembang, which discards around 5-10 kg per day. This community service activity aims to optimize the utilization of this waste into economically valuable flour through the application of simple technology in the form of a grinding and drying machine, while simultaneously improving the skills of partners. The program was implemented in three stages: pre-activity, implementation (socialization, counseling, workshops, and practice), and evaluation. A total of 10 MSME members were actively involved in the activity. Evaluation was carried out through pre-tests and post-tests to measure skill improvements. The results showed that the partners' ability to process fish bones increased significantly, from 30% before the activity to 80% after. In addition, most participants were able to carry out the production process independently according to standards, thus opening up opportunities to increase the economic added value of processed fish waste products.