Abstrak: Saat ini jumlah populasi ternak kerbau di Kabupaten Sumbawa terus menurun secara signifikan, sehingga salah satu akibatnya adalah menurunnya pendapatan peternak. Selain itu, kelangkaan kerbau dapat mengancam keberadaan budaya ‘Barapan Kebo’ yang merupakan tradisi unik dan ikonik kabupaten Sumbawa. Salah satu penyebab dari permasalahan tersebut adalah kelangkaan pakan yang tersedia pada saat musim kemarau. Oleh karena itu, dilakukan pelatihan membuat pakan silase dengan bahan baku utama adalah lamtoro dan gamal kepada kelompok ternak Liang Bukal desa Batu Tering yang terdiri dari 27 anggota. tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta sikap kepedulian peserta terhadap keberlanjutan program pembuatan pakan. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) pada kegiatan penyuluhan dan praktek langsung pembuatan silase. Evaluasi yang digunakan adalah evaluasi pre-test-post-test dengan menggunakan metode uji tanda, evaluasi tingkat efektivitas kegiatan pelatihan, serta dilakukan evaluasi kualitas pakan yang dihasilkan dengan memperhatikan tingkat jamur, PH, bau, bentuk dan warna. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap kepedulian peserta terhadap keberlanjutan program mengalami peningkatan yang signifikan setelah mengikuti kegiatan pelatihan. Tingkat efektivitas pelatihan sebesar 79%, dengan demikian kegiatan pelatihan tersebut terbukti efektif. Sehingga program pelatihan ini sangat sesuai dan dibutuhkan kelompok ternak. Selain itu, hasil pakan ternak silase yang dihasilkan termasuk dalam kategori baik sekali.Abstract: Currently, the buffalo population in Sumbawa Regency continues to decline significantly, resulting in a decline in the income of livestock farmers. Furthermore, the scarcity of buffalo can threaten the existence of the 'Barapan Kebo' culture, a unique and iconic tradition of Sumbawa Regency. One of the causes of this problem is the scarcity of available feed during the dry season. Therefore, training was conducted on making silage feed using the main raw materials of lamtoro and gamal for the Liang Bukal livestock group of Batu Tering village, consisting of 27 members. The purpose of this activity was to enhance the knowledge, skills, and attitudes of participants regarding the sustainability of the feed production program. The method used was Participatory Rural Appraisal (PRA) in extension activities and direct practice of silage production. The evaluation employed a pre-test-post-test design using the sign test method, assessing the level of effectiveness of training activities, and evaluating the quality of the resulting feed by observing the levels of mould, pH, odour, shape, and colour. The evaluation results showed that the participants' knowledge and attitudes regarding the sustainability of the program increased significantly after participating in the training activities. The training effectiveness rate was 79%, demonstrating its effectiveness. This program is highly suitable and necessary for livestock groups. Furthermore, the resulting silage feed yields were considered excellent.