Penelitian ini untuk melihat Kebijakan Pendidikan Nasional dan Standar Kemampuan Berbahasa Asing. Metode penelitian yang digunakan dalam makalah ini adalah pendekatan kualitatif-deskriptif, yang bertujuan untuk memahami dan menggambarkan fenomena yang berkaitan dengan kebijakan pendidikan nasional dan standar kemampuan berbahasa asing, khususnya Bahasa Arab. Pendekatan ini dipilih karena fokus utama penelitian adalah untuk menganalisis konsep-konsep dasar yang terkandung dalam kebijakan pendidikan dan implikasinya terhadap kurikulum Bahasa Arab di Indonesia. Kebijakan pendidikan nasional bertujuan mengatur penyelenggaraan pendidikan yang merata, bermutu, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Landasan hukum seperti UUD 1945, UU Sisdiknas 2003, PP 57/2021, serta berbagai regulasi Kementerian Agama mempertegas peran bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing—terutama Bahasa Inggris dan Bahasa Arab—dalam sistem pendidikan. Bahasa asing memiliki kedudukan strategis untuk mobilitas global dan pemahaman keagamaan, khususnya Bahasa Arab di lingkungan madrasah. Standar kemampuan berbahasa asing mengacu pada kerangka internasional seperti CEFR dan ACTFL yang menekankan empat keterampilan utama: mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Indonesia mengadaptasi standar tersebut dalam kurikulum nasional melalui SKL, KMA 183/2019, dan berbagai kebijakan pembelajaran bahasa Arab yang mencakup kompetensi linguistik, komunikatif, dan budaya. Penilaian kemampuan bahasa diarahkan pada penilaian autentik yang menilai aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta performa berbahasa nyata melalui portofolio, observasi, dan penilaian diri. Dalam pengembangan kurikulum bahasa Arab, kebijakan menuntut tujuan pembelajaran yang komunikatif, materi yang relevan, metode yang sesuai, kegiatan belajar yang bermakna, media yang efektif, dan penilaian berkelanjutan. Secara keseluruhan, kebijakan nasional dan standar kemampuan bahasa mengarahkan pembelajaran bahasa Arab agar komunikatif, kontekstual, dan mendukung penguatan karakter serta kompetensi global.