Fitri Amanda Hasibuan
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Pidana Denda Dalam Hukum Pidana (Studi Pelanggaran Lalu Lintas Di Medan) Tasya Afrianti; Fitri Amanda Hasibuan; M. Yusuf Alamsyah
Jurnal Cendikia ISNU SU Vol. 2 No. 1 (2025): Mei : JCISNU
Publisher : ISNU Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70826/jcisnu.v2i1.783

Abstract

Penerapan pidana denda dalam kasus pelanggaran lalu lintas di Medan menjadi salah satu bentuk sanksi utama yang diterapkan untuk menegakkan hukum dan mencegah pelanggaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pidana denda dalam menurunkan angka pelanggaran lalu lintas dan bagaimana masyarakat merespons kebijakan ini. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi pandangan aparat penegak hukum dan masyarakat mengenai penerapan pidana denda, serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan denda belum efektif sepenuhnya, dengan masalah-masalah seperti ketidakmerataan penegakan, rendahnya kesadaran hukum masyarakat, serta praktik-praktik koruptif. Rekomendasi penelitian ini mencakup peningkatan transparansi, penggunaan teknologi dalam penegakan hukum, serta edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.
Penerapan Pidana Denda Dalam Hukum Pidana (Studi Pelanggaran Lalu Lintas Di Medan) Tasya Afrianti; Fitri Amanda Hasibuan; M. Yusuf Alamsyah
Jurnal Cendikia ISNU SU Vol. 2 No. 1 (2025): Mei : JCISNU
Publisher : ISNU Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70826/jcisnu.v2i1.783

Abstract

Penerapan pidana denda dalam kasus pelanggaran lalu lintas di Medan menjadi salah satu bentuk sanksi utama yang diterapkan untuk menegakkan hukum dan mencegah pelanggaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pidana denda dalam menurunkan angka pelanggaran lalu lintas dan bagaimana masyarakat merespons kebijakan ini. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi pandangan aparat penegak hukum dan masyarakat mengenai penerapan pidana denda, serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan denda belum efektif sepenuhnya, dengan masalah-masalah seperti ketidakmerataan penegakan, rendahnya kesadaran hukum masyarakat, serta praktik-praktik koruptif. Rekomendasi penelitian ini mencakup peningkatan transparansi, penggunaan teknologi dalam penegakan hukum, serta edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.
Islamic Jurisprudence Studies on Homosexuality, Lesbianism, and Masturbation/Masturbation Fitri Amanda Hasibuan; Rayhan Riend Al Alfiq; Fitrah Ade Dikiansya
Jurnal Sahabat ISNU SU Vol. 2 No. 3 (2025): ISNU Sahabat Desember 2025
Publisher : ISNU Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70826/jsisnu.v2i3.899

Abstract

This study discusses homosexual, lesbian and masturbation issues from the perspective of Islamic jurisprudence, which are contemporary sexual issues that often cause debate in modern society. This phenomenon not only touches moral and social aspects, but also requires a comprehensive and argumentative explanation of Islamic law. In this study, the author analyzes the views of ulama from four schools of thought (Hanafi, Maliki, Syafi'i, and Hanbali) regarding these practices, based on the arguments from the Koran, Hadith, as well as the rules of ushul fiqh and maqashid sharia. Homosexuality and lesbianism are generally considered forms of sexual deviation that are forbidden in Islam, with reference to the story of the Prophet Lut as the theological and jurisprudential basis. Meanwhile, the legal status of the practice of masturbation or masturbation is debated; Some scholars prohibit it absolutely, while others allow it in emergency situations or as an effort to prevent adultery. This study uses a qualitative-descriptive approach with library research to in-depth examine Islamic texts and interpretations by classical and contemporary scholars. This study is expected to provide a more balanced and objective understanding of the limits of Islamic law in maintaining the sexual morality of Muslim individuals and provide preventive solutions to sexual deviations in the modern era. The results show that Islam emphasizes the importance of maintaining fitrah (natural disposition) and personal purity as part of the objectives of law (maqasid sharia).