Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Civil Law Perspectives Regarding Marriage Annulment According to the Civil Code Jasni bin Sulong; Trisnanda Rielta; Zhafira Maliha; Nayla Aulia Rangkuti; M. Radit Febrianda Hasibuan
ISNU Nine-Star Multidisciplinary Journal Vol. 2 No. 1 (2025): Vol.2 No.1 2025 ISNU Nine Star Mei
Publisher : ISNU Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70826/ins9mj.v2i1.756

Abstract

The civil law perspective on the Civil Code regarding marriage annulment reveals the legal basis in the provisions of marriage annulment. This research uses a normative legal research method, which focuses on the study of legal norms, legal documents, and relevant literature. This article is the basis for a marriage to be annulled if there are defects in fulfilling the documents or violating the provisions that have been set. The legal basis for the annulment of marriage in the Civil Code is to maintain order in the application of marriage in Indonesia. However, often in its application this article conflicts with customary norms that apply in Indonesia. Marrying a child who is not yet of age according to the provisions of the Civil Code is a common occurrence in Indonesia. It is not uncommon for such marriages to be based on coercion from parents, which is contrary to the Marriage Law No. 1/1974 Article 6 paragraph 1. The Civil Code also regulates that marriage must be based on the agreement of both candidates Article 27. The legal basis of this article is to protect the rights not only for husband and wife but also to maintain the legitimacy of children born in the event of an annulment of marriage
Implementasi Program Pengabdian Terpadu dalam Meningkatkan Literasi dan Kesadaran Hukum Masyarakat Nagori Bangun Indana Halwa Shabri; Nayla Aulia Rangkuti; Trisnanda Rielta; Chairun Nissa Eprianty; Siti Adinda Puspita
KADARKUM: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/gjbqkv71

Abstract

Program pengabdian terpadu ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan kesadaran hukum masyarakat Nagori Bangun, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, melalui dua program kerja utama, yakni penyuluhan hukum lintas jenjang pendidikan dan pendirian Pojok Literasi. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan di tingkat Sekolah Menengah Pertama dengan tema cyber bullying dan Sekolah Menengah Atas dengan tema bahaya narkoba, menggunakan metode partisipatif berupa ceramah interaktif, diskusi kelompok, permainan peran, dan keterlibatan narasumber eksternal. Sementara itu, Pojok Literasi didirikan di SDN No 091258 Bangun sebagai ruang baca komunitas yang menyediakan koleksi buku pengetahuan umum, buku pelajaran, buku cerita anak, bacaan motivasi, dan buku keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian hukum empiris, di mana data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi selama pelaksanaan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan hukum berhasil meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsekuensi hukum dari perilaku menyimpang, yang tercermin dari peningkatan skor pengetahuan antara sebelum dan sesudah kegiatan. Pojok Literasi memberikan dampak struktural jangka panjang dengan menyediakan akses informasi yang mudah dijangkau masyarakat, sekaligus menjadi ruang interaksi sosial dan belajar kolektif. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan koleksi buku dan sarana fisik pendukung, serta perlunya pendampingan berkelanjutan untuk mengubah perilaku secara substantif. Program ini merekomendasikan penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah nagori, dan instansi pembinaan hukum, serta replikasi model serupa di nagori-nagori lain di Kabupaten Simalungun guna menciptakan ekosistem literasi hukum yang berkelanjutan dan tidak bergantung pada kehadiran tim pengabdian.