Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementation of Health Promotion through Education in Efforts to Prevent Non-Communicable Diseases at the Yosomulyo UPTD: Implementasi Promosi Kesehatan melalui Edukasi dalam Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular di UPTD Yosomulyo Rofana Aghniya; Prasetyowati Prasetyowati; Elisa Murti Puspitaningrum
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59963/2025.v3i1/541/5/juramas

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) remain the leading causes of morbidity and mortality in Indonesia. One of the main contributing factors to this issue is the lack of public knowledge and awareness regarding risk factors and the importance of early prevention. This community service program aimed to improve knowledge and awareness among women of reproductive age about NCD prevention through health promotion and educational intejrventions. The activity was conducted at UPTD Yosomulyo Health Center on September 15, 2023, involving 60 participants. The methods included a pretest to assess baseline knowledge, interactive health education sessions using audiovisual materials and discussions, distribution of health promotion leaflets, and a posttest to evaluate knowledge improvement. The results showed a significant increase in participants’ understanding, where the proportion of respondents achieving high posttest scores (11–15) increased from 73% to 96%. This finding indicates that health promotion through structured educational interventions effectively enhances community knowledge and awareness regarding NCD prevention. The program demonstrates the importance of sustained health education initiatives as a promotive and preventive strategy, supporting national efforts to reduce the burden of NCDs through community empowerment and behavior change.
The Impact of Murottal Qur'an Therapy on Anxiety Levels in Third Trimester Pregnant Women at Simpur Health Center Bandar Lampung Rofana Aghniya; Mia Kristina; Septi Widiyanti; Sadiman Sadiman
Journal of Health Management, Administration and Public Health Policies Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Health Management, Administration and Public Health Policies
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/healthmaps.v3i1.3037

Abstract

Kecemasan sebelum persalinan merupakan kejadian psikis yang paling sering dialami ibu hamil ketika memasuki dua belas minggu usia kehamilan dan berdampak negatif pada fisik dan psikis ibu serta janin, menjadi perhatian penting dalam periode kehamilan, khususnya pada trimester ketiga menjelang persalinan. Salah satu terapi yang digunakan adalah dengan terapi religi murottal Al Qur’an. Terapi religi murottal Al Qur’an bekerja merangsang otak akan memberikan umpan balik berupa rileksasi atau kenyamanan. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh terapi murottal Al-Quran terhadap tingkat    kecemasan menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Simpur Bandar Lampung. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode pre eksperimen dengan rancangan one group pretest – posttest. Populasi adalah ibu hamil trimester III di Puskesmas Simpur Bandar Lampung sebanyak 107 orang, sampel sebanyak 20 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian terhadap 20 responden diperoleh tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III sebelum dilakukan terapi murottal Al-Qur’an sebagian besar kategori sedang sebesar 90%, sesudah dilakukan terapi murottal Al-Qur’an sebagian besar ringan sebesar 90%, hasil uji wilcoxon didapatkan nilai p value kecemasan ibu hamil sebesar 0,000 (p value < 0,05). Terapi Murottal Al-Qur’an efektif dalam mengurangi tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Simpur, Bandar Lampung. Intervensi ini dapat menjadi alternatif terapi non-farmakologis yang mudah diakses, aman, dan selaras dengan nilai-nilai spiritual ibu hamil, sehingga berpotensi meningkatkan kualitas kesehatan mental.
ANALISIS FAKTOR RISIKO INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA BAYI USIA 6–12 BULAN DI PUSKESMAS KARANGREJO KOTA METRO Elisa Murti Puspitaningrum; Rofana Aghniya; Gangsar Indah Lestari
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jubida.v5i1.1966

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada bayi, khususnya pada kelompok usia 6–12 bulan. Kejadian ISPA dipengaruhi oleh berbagai faktor individu dan lingkungan, antara lain riwayat imunisasi, status gizi, dan paparan asap rokok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan riwayat imunisasi, status gizi, dan paparan asap rokok dengan kejadian ISPA pada bayi usia 6–12 bulan di Puskesmas Karangrejo. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Populasi penelitian meliputi seluruh bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Karangrejo sebanyak 66 responden, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juli–Agustus 2025 menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara riwayat imunisasi dan kejadian ISPA (p-value = 0,023), serta antara paparan asap rokok dan kejadian ISPA (p-value = 0,04). Sebaliknya, status gizi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian ISPA (p-value = 0,44). Dapat disimpulkan bahwa riwayat imunisasi dan paparan asap rokok merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada bayi usia 6–12 bulan, sementara status gizi tidak berhubungan secara bermakna. Oleh karena itu, penguatan cakupan imunisasi dasar lengkap dan upaya pencegahan paparan asap rokok di lingkungan rumah perlu ditingkatkan sebagai strategi pencegahan ISPA pada bayi.