Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN DAN LANGKAH-LANGKAH YANG HARUS DIAMBIL DALAM PENGGANTIAN BRENNTAG OIL DI UNIT PENGUJIAN UPT BPPH Widodo
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 3 No. 1 (2009)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UPT Balai Pengkajian dan Penelitian Hidrodinamika merupakan unit yang dilengkapi dengan media unit-unit pengujian, seperti unit pengujian MOB, TT, dan CT. Kedua media unit pengujian dilengkapi dengan wave actuator yang menggunakan media brenntag oil (pelumas) sebagai media penggerak actuator, sehingga gerakan actuator lebih smooth. Dalam kurun waktu, brenntag oil mengalami penyusutan volum dikarenakan adanya kebocoran pada actuator. Pengadaan brenntag sangat sulit, dimana dalam mengadakannya harus import sehingga perlu dilakukan terobosan-terobosan dan inovasi untuk melakukan penggantian brenntag oil dengan pelumas jenis lain. Dalam melakukan penggantian pelumas brenntag perlu dilakukan beberapa tahapan yang dapat memberikan hasil memuaskan dan tidak terjadi kerusakan pada peralatan yang akan diinovasi (khususnya peralatan wave actuator). Ketentuan-ketentuan tersebut adalah : spesifikasi peluas pengganti harus sama, khususnya pada viskositas, spesifik gravity, density, titik beku, titik leleh, dan ada tidaknya perubahan secara fisik dan kimia jika terjadi perubahan kondisi fisik seperti temperatur, tekanan (kondisi operasi actuator), dan dilakukan flashing untuk menghilangkan kandungan pelumas lama (brenntag oil), hal ini juga dimaksudkan untuk menghindari terjadinya reaksi antara brenntag oil dan pelumas pengganti.
KAJIAN TEORITIS PABRIK ES BATU SKALA MINI UNTUK MENSUPPLAY KEBUTUHAN PARA NELAYAN SEBAGAI PENGAWET IKAN HASIL TANGKAPAN Widodo
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 3 No. 2 (2009)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pengawetan ikan hasil tangkapan merupakan hal yang penting untuk dilakukan dengan baik, agar ikan hasil tangkapan tetap segar dan memiliki nilai gizi yang baik. Secara umum pengawetan yang selama ini dilakukan adalah dengan menggunakan cold storage atau dengan menggunakan media es batu sebagai media pendinginan. Permasalahan yang sering timbul sampai saat ini adalah pengadaan media pendingin atau es batu untuk nelayan yang berada pada wilayah-wilayah terpencil. Sehingga perlu dilakukan solusi atau pemecahan dalam hal pengadaan es batu yang secara kontinyu agar proses pengawetan ikan dengan proses pendinginan es batu berlangsung baik. Salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pembangunan pabrik es skala mini dengan memanfaatkan kontainer sebagai ruang pendingin. Sebelumnya perlu dilakukan kajian dan analisa proses dan sistem untuk mendapatkan proses dan sistem yang mempunyai effesiensi tinggi.