Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

RANCANG BANGUN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA OMBAK NAGA LISTRIK SKALA LABORATORIUM Cahyadi Sugeng Jati Mintarso
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 3 No. 1 (2009)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PLTO Naga Listrik merupakan pembangkit listrik tenaga alternatif ombak laut yang dirancang semi mengapung di permukaan air laut terdiri dari beberapa rangkaian silinder memanjang sesuai karakteristik ombak di daerah pengoperasiannya. Rangkaian ini dilengkapi dengan sistem mekanik yang mampu bergerak bebas sesuai gerakan ombak. Energi gerakan mekanik ini akan disalurkan ke generator listrik dengan mengubah gerakan mekanik translasi menjadi gerakan putar. Untuk mendukung optimasi rancangan PLTO Naga Listrik di kolam uji untuk memvalidasi hasil rancangan. Pada kegiatan tahun anggaran 2009 dilakukan pengkajian performansi prototip model melalui uji fisik di kolam uji hidrodinamika dengan kondisi model ombak untuk kandidat perairan yang ditetapkan.
PENGUJIAN MODEL PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA OMBAK (PLTO) NAGA LISTRIK Cahyadi Sugeng Jati Mintarso
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 3 No. 2 (2009)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan kegiatan pengujian model Pembangkit Listrik Tenaga Ombak (PLTO)-Nagalistrik yang dilaksanakan di Manoeuvering and Ocean Engineering Basin (MOB) di harapkan mampu menjadi salah satu energi alternatif untuk memenuhi kebutuhan akan energi dimasa akan datang. Pembangkit Listrik Tenaga Ombak (PLTO)-Nagalistrik merupakan suatu system terapung yang ditambat, yang terdiri dari beberapa struktur yang bersambungan berbentuk menyerupai silinder yang tersambung dengan sambungan fleksibel. Stuktur PLTO-Nagalistrik akan dipasang searah atau berlawanan arah (head atau following sea) dengan arah gelombang datang yang dominan. Untuk mendapatkan data-data mengenai gaya tarik dan tekan yang nantinya akan disalurkan ke oleh fluida incompressible dengan bantuan motor hidrolik plus dengan penguatan accumulator akan dihubungkan dengan generator elektrik untuk menghasilkandaya listrik, maka hasil pengujian yang dilakukan perlu dianalisa.
PREDIKSI GERAK DESAIN AWAL KAPAL FERRY DENGAN METODE TEORI STRIP Cahyadi Sugeng Jati Mintarso
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 5 No. 1 (2011)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal ferry merupakan angkutan umum antar pulau di Indonesia yang populer. Sebagai angkutan penumpang maka faktor keselamatan dan kenyamanan merupakan hal yang sangat penting. Prediksi gerakan kapal yang berkaitan dengan stabilitas kapal adalah tahapan penting untuk mengkaji suatu desain ferry yang layak laut. Tiga buah jenis ferry 600, 500 dan 300 GRT telah dilakukan prediksi gerak kapal berupa heave, pich dan roll dengan menggunakan metode teori strip. Hasil prediksi menunjukkan bahwa respon gerak heave yang dihasilkan dibawah nilai batas maksimum Hw/Za kurang dari satu, pitch dibawah 4 derajat, dan roll dibawah 12 derajat. Direkomendasikan pemasangan bilge keel pada lambung kapal untuk meredam gerakan roll.
ALTERNATIF PEMAKAIAN RAGAM HIAS BAMBU PADA PERAHU PENANGKAP IKAN TRADISIONAL Cahyadi Sugeng Jati Mintarso
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 5 No. 2 (2011)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aneka ragam hias yang menghiasi kapal tradisional adalah sangat menarik, salah satunya adalah pemasangan susunan bambu yang berupa lonjoran empat sampai lima batang bambu yang berwarna-warni pada perahu penangkap ikan jenis golekan (payangan). Ragam hias tersebut menguatkan kesan megah pada perahu yang mempunyai perbandingan L/B kecil ini. Akan tetapi dari segi kapasitas muatan, ragam hias itu sangat tidak menguntungkan karena berat susunan bambu yang beratnya 400 – 500 kg itu mengurangi daya muat kapal. Dari segi stabilitas pemasangan bambu ini menjadikan titik berat kapal meninggi yang akhirnya mengurangi stabilitas kapal. Untuk itu perlu adanya sosialisasi pemakaian ragam hias alternatif pada perahu penangkap jenis golekan yang lebih menguntungkan. Namun dalam pengembangan kapal penangkap ikan tradisional harus tetap memperhatikan kelekatan pengaruh sosial budaya masyarakat dan lingkungan daerah setempat.