Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMILIHAN SEPEDA PENERAPAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP): SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMILIHAN SEPEDA Pol Metra
JISCO : Journal of Information System and Computing Vol 1 No 1 (2023): Journal of Information Systems and Computing
Publisher : UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/jisco.v1i1.12

Abstract

Penelitian ini mengembangkan sistem pendukung keputusan (SPK) yang akan membantu si pengambil keputusan dalam pengambilan keputusan dengan menerapkan metode analytical hierarchy process (AHP) sebagai proses dalam pemilihan sepeda. Dalam proses pemilihan ini akan digunakan beberapa kriteria untuk menentukan sepeda yang mana yang akan dipilih. SPK ini membantu dalam memtuskan pelamar mana yang akan dipilih. Penelitian skripsi ini lebih menitik beratkan kepada bagaimana merancang dan mengimplementasikan program serta dimaksudkan agar memudahkan dalam hal perhitungan. AHP digunakan sebagai metode dalam perhitungan dalam pemilihan sepeda ini.
Pelatihan Digitalisasi Koleksi Museum Iskandar Zakaria Untuk Akses Publik Berkelanjutan Agus Fiadi; Pol Metra; Mina Zahara
TAFANI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): TAFANI
Publisher : LP2M UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/xtycc462

Abstract

Digitalisasi museum menjadi langkah strategis dalam memastikan keberlanjutan pelestarian warisan budaya di era transformasi digital. Program “Dari Rak ke Layar” merupakan upaya pendampingan yang difokuskan pada proses digitalisasi koleksi benda cagar budaya di Museum Iskandar Zakaria untuk meningkatkan akses publik secara lebih luas, cepat, dan berkelanjutan. Pendampingan ini mencakup pemetaan koleksi, standarisasi dokumentasi, fotografi resolusi tinggi, pembuatan metadata, serta integrasi hasil digitalisasi ke dalam platform daring museum. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, pelatihan teknis, dan praktik langsung bersama pengelola museum. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya kapasitas tim museum dalam pengelolaan data digital, terbentuknya basis data koleksi yang lebih rapi dan mudah diakses, serta meningkatnya minat pengunjung daring terhadap koleksi yang telah didigitalisasi. Program ini memberikan gambaran bahwa digitalisasi tidak hanya menjadi strategi konservasi, tetapi juga sarana memperluas edukasi publik dan memperkuat identitas budaya lokal melalui pemanfaatan teknologi. Dengan demikian, pendampingan digitalisasi di Museum Iskandar Zakaria dapat menjadi model praktik baik bagi museum daerah dalam mewujudkan akses informasi budaya yang inklusif dan berkelanjutan