This Author published in this journals
All Journal EDUKASI
Dian
Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategic Management of Character Education: A Holistic Model for Fostering Socio-Religious Attitudes in an Islamic Elementary School in Indonesia Dian; Dianing Banyu Asih; Elis Karwati Sri Mulyani; Silviana Putri; Muhammad Iksan Fahmi Nusyeha; Nadira Salsabila
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 23 No. 3 (2025): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The decline in moral values and religious internalization among elementary school students necessitates effective character education management. This study aims to describe the strategic management of character education in shaping students' socio-religious attitudes at SD Assalam Bandung, an Islamic elementary school in Indonesia. Using a qualitative case study approach, data were collected through observation, in-depth interviews, and document analysis. The results reveal a three-phase strategic management model: (1) strategic formulation through a vision-based "Keassalaman Curriculum" integrating religious and social values; (2) implementation through systematic habituation, teacher exemplarity, and student leadership programs (Askar and Dakwah); and (3) evaluation via collaborative monitoring involving parents through the PPNP system. This integrated approach significantly improves students' social confidence and religious discipline. The study's novelty lies in applying strategic management as a holistic system in character education, addressing a gap in prior research that has focused narrowly on curriculum or pedagogy without examining integrative management processes. It offers a replicable model for Islamic elementary schools, contributing both conceptually and practically to systematic character education development. ABSTRAK Menurunnya nilai moral dan internalisasi religius pada siswa sekolah dasar memerlukan manajemen pendidikan karakter yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen strategis pendidikan karakter dalam membentuk sikap sosial-religius siswa di SD Assalam Bandung, sebuah sekolah dasar Islam di Indonesia. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian mengungkap model manajemen strategis tiga fase: (1) formulasi strategis melalui "Kurikulum Keassalaman" berbasis visi yang mengintegrasikan nilai religius dan sosial; (2) implementasi melalui pembiasaan sistematis, keteladanan guru, dan program kepemimpinan siswa (Askar dan Dakwah); dan (3) evaluasi melalui pemantauan kolaboratif yang melibatkan orang tua melalui sistem PPNP. Pendekatan terpadu ini secara signifikan meningkatkan kepercayaan diri sosial dan disiplin religius siswa. Kebaruan penelitian terletak pada penerapan manajemen strategis sebagai sistem holistik dalam pendidikan karakter, mengatasi celah penelitian sebelumnya yang hanya berfokus pada kurikulum atau pedagogi tanpa mengkaji proses manajemen yang terintegrasi. Studi ini menawarkan model yang dapat direplikasi untuk sekolah dasar Islam, berkontribusi baik secara konseptual maupun praktis bagi pengembangan pendidikan karakter yang sistematis.
The Mechanisms of Religious Value Internalization in the Formation of Students’ Prosocial Behaviour at Rabbani Elementary School, Bandung Dian; Sinta Lestari; Syafiq Ahmad Naji Farhan; Taorena Sandra; Gilman Mawardi; Keysha Radhitya
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 24 No. 1 (2026): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v24i1.2420

Abstract

This study aims to examine the process of internalizing religious values and its relation to students’ prosocial behavior in the context of an Islamic primary school, specifically at SD Rabbani Bandung. This study is motivated by the limited empirical understanding of how religious values are practiced and experienced in students’ daily activities at the elementary level. A qualitative case study design was employed. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation involving the principal, teachers, and students, and were analyzed using thematic analysis. The findings indicate that the internalization of religious values occurs through four main mechanisms: religious habituation, teacher modeling, positive reinforcement, and socio-religious experiences. Students who not only participate in activities but also understand and reflect on the values tend to demonstrate more consistent prosocial behaviors, such as helping, sharing, and cooperation. The results also highlight the importance of daily interactions and school culture in supporting the transformation of values into observable behavior. This study contributes by providing an empirical description of the process of value internalization in an Islamic primary school context and offering insights for developing more reflective, experience-based character education practices.   Abstrak Penelitian ini bertujuan mengkaji proses internalisasi nilai religius dan kaitannya dengan perilaku prososial siswa di SD Rabbani Bandung. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, dan siswa. Data dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai religius berlangsung melalui empat mekanisme utama, yaitu pembiasaan religius, keteladanan guru, penguatan positif, dan pengalaman sosial-keagamaan. Siswa yang memahami dan merefleksikan nilai-nilai tersebut cenderung menunjukkan perilaku prososial yang lebih konsisten, seperti menolong, berbagi, dan bekerja sama. Temuan juga menegaskan pentingnya budaya sekolah dan interaksi sehari-hari dalam membentuk perilaku siswa. Penelitian ini memberikan gambaran empiris tentang internalisasi nilai di sekolah dasar Islam serta menjadi masukan bagi pengembangan pendidikan karakter yang lebih refleif dan berbasis pengalaman.
Strengthening the Role of Islamic Education Institutions through the Provision of Childcare Services in Supporting Teacher Performance and Welfare at SDIT Cahaya Hati Bukittinggi Putri Irlin Cahyani; Dian; Redi Saldijah; Yusfit Helmi; Silma Salsabila; Beny Aprius; Laras Sati Budiana
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 24 No. 1 (2026): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v24i1.2441

Abstract

Teacher well-being has become an important issue, especially for teachers balancing professional responsibilities and early childcare demands. This study examines how Islamic educational institutions translate family protection values into childcare policies and their implications for teachers’ working conditions. Using a qualitative field approach at SD IT Cahaya Hati Bukittinggi, data were collected through interviews, observations, and document analysis involving nine informants. The findings show that childcare services function not only as supportive facilities but also as structured institutional policies, such as regulated teacher access to their children and adjusted schedules for breastfeeding mothers. These policies improve psychological comfort and work stability. The study highlights childcare services as a form of family-based institutional support in Islamic education and offers practical implications for teacher well-being policies responsive to family needs.  AbstrakKesejahteraan guru menjadi isu penting, terutama bagi guru yang harus menyeimbangkan tanggung jawab profesional dan pengasuhan anak usia dini. Penelitian ini mengkaji bagaimana lembaga pendidikan Islam menerjemahkan nilai perlindungan keluarga ke dalam kebijakan layanan penitipan anak serta implikasinya terhadap kondisi kerja guru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif lapangan di SD IT Cahaya Hati Bukittinggi melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen terhadap sembilan informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan penitipan anak tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pendukung, tetapi juga sebagai kebijakan institusional yang terstruktur, seperti pengaturan akses guru kepada anak dan penyesuaian jadwal bagi ibu menyusui. Kebijakan ini meningkatkan kenyamanan psikologis dan stabilitas kerja guru. Penelitian ini menegaskan bahwa layanan penitipan anak merupakan bentuk dukungan institusional berbasis keluarga dalam pendidikan Islam serta memberikan implikasi praktis bagi pengembangan kebijakan kesejahteraan guru yang responsif terhadap kebutuhan keluarga.