U. Abdullah Mu’min
STAI Pelabuhan Ratu Sukabumi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Role of Green Islamic Education in Developing Eco-Theological Consciousness Among Emerging Muslim Generations Herri Azhari; Anna Ropitasari; U. Abdullah Mu’min; Budi Munawar Khutomi; Azizi Abu Bakar
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 23 No. 3 (2025): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The global environmental crisis highlights the need for educational institu tions, including Islamic education, to cultivate ecological awareness among younger generations. However, existing Islamic education curricula often emphasize doctrinal and cognitive aspects while lacking structured eco theological integration. This study addresses this gap by examining how Green Islamic Education can be embedded within the curriculum to shape an ecotheological generation at SMPIT Sahabat Alam Pelabuhanratu, Sukabumi. Using a qualitative case study design, the research draws on curriculum documents, concepts of Islamic ecotheology, and observations of environmentally oriented educational practices. Data were analyzed through content analysis to identify patterns of value integration and pedagogical implementation. The findings indicate that incorporating the values of tawhid, khilafah, amanah, and masuliyyah into the curriculum fosters environmental care as a form of worship and spiritual responsibility. The curriculum does not merely introduce ecological themes but embeds theological consci   ABSTRAK Krisis lingkungan global menegaskan perlunya lembaga pendidikan, termasuk pendidikan Islam, untuk menumbuhkan kesadaran ekologis pada generasi muda. Namun, kurikulum pendidikan Islam yang ada umumnya masih menekankan aspek doktrinal dan kognitif tanpa integrasi ekoteologis yang terstruktur. Studi ini mengisi kesenjangan tersebut dengan mengkaji bagaimana Green Islamic Education dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum untuk membentuk generasi ekoteologis di SMPIT Sahabat Alam Pelabuhanratu, Sukabumi. Menggunakan desain studi kasus kualitatif, penelitian ini memanfaatkan dokumen kurikulum, konsep ekoteologi Islam, serta observasi praktik pendidikan berorientasi lingkungan. Data dianalisis melalui teknik analisis konten untuk mengidentifikasi pola integrasi nilai dan implementasi pedagogis. Temuan menunjukkan bahwa pengintegrasian nilai tauhid, khilafah, amanah, dan masuliyyah dalam struktur kurikulum mampu menumbuhkan kepedulian lingkungan sebagai bentuk ibadah dan tanggung jawab spiritual. Kurikulum berbasis  
Peningkatan Percaya Diri Anak Melalui Penerapan Metode Bercerita Pada Kelompok B TK Mutiara Bahari Palabuhanratu Sukabumi Idawati; U. Abdullah Mu’min; Fauziyati Junariyah
Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 1 No 2 (2024): Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51729/banin.12735

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya meningkatan percaya diri anak melalui penerapan metode bercerita sebagai pendekatan edukatif. Dalam pengalaman praktis, mungkin terlihat bahwa sebagian anak kurang percaya diri dalam berbicara di depan kelompok atau mengungkapkan pendapat mereka. Metode bercerita dapat menjadi sarana yang efektif untuk mengatasi tantangan ini dengan menciptakan kesempatan bagi anak untuk berbicara tanpa rasa takut. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan percaya diri anak melalui penerapan metode bercerita pada kelompok B TK Mutiara Bahari Palabuhanratu, Sukabumi. Metode bercerita dipilih karena dapat menciptakan suasana yang menyenangkan dan interaktif, sehingga anak-anak lebih berani berpartisipasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif dengan 15 anak sebagai subyek. Fokus penelitian pada kegiatan bercerita yang diterapkan secara rutin diajak mendengarkan cerita, berdiskusi, dan berbagi pengalaman. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi pola dan perubahan dalam percaya diri anak. Setiap siklus diakhiri dengan refleksi dan evaluasi untuk menilai efektivitas metode yang diterapkan, sehingga diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas tentang dampak metode bercerita terhadap perkembangan percaya diri anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode bercerita secara signifikan meningkatkan tingkat percaya diri anak. Anak-anak mulai aktif berinteraksi, berbagi pendapat, dan menceritakan pengalaman mereka sendiri. Selain itu, lingkungan yang suportif dan kolaboratif dalam kegiatan bercerita turut berperan dalam membangun rasa percaya diri. Karena itu, metode bercerita efektif dalam meningkatkan percaya diri anak, yang diharapkan dapat diterapkan secara lebih luas dalam pendidikan anak usia dini.