Industri penggilingan padi skala UMKM di Kabupaten Ponorogo merupakan salah satu penopang utama perekonomian masyarakat pedesaan sekaligus berperan penting dalam menjaga ketersediaan pangan lokal. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pelaku usaha penggilingan padi di wilayah ini dihadapkan pada berbagai tantangan perubahan, seperti fluktuasi harga gabah, persaingan usaha yang semakin ketat, keterbatasan teknologi produksi, serta perubahan pola kerja dan manajemen organisasi. Permasalahan tersebut diperparah oleh masih terbatasnya kemampuan pimpinan usaha dalam mengelola perubahan secara terencana dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi pelaku UMKM penggilingan padi di Kabupaten Ponorogo dalam menerapkan manajemen perubahan berbasis kepemimpinan efektif guna meningkatkan adaptabilitas dan kinerja usaha. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pemetaan kondisi awal mitra, sosialisasi konsep kepemimpinan efektif dan manajemen perubahan, pelatihan berbasis studi kasus lokal, serta pendampingan intensif dalam implementasi perubahan pada aspek kepemimpinan, komunikasi internal, dan pengelolaan proses kerja. Pendekatan partisipatif diterapkan untuk memastikan keterlibatan aktif mitra dalam setiap tahapan kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran pimpinan UMKM terhadap pentingnya peran kepemimpinan dalam menghadapi perubahan, serta adanya perbaikan dalam pola pengambilan keputusan, koordinasi kerja, dan pengelolaan sumber daya manusia. Mitra juga mulai mampu merancang langkah-langkah perubahan yang realistis dan sesuai dengan karakteristik usaha penggilingan padi di Ponorogo. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat kapasitas manajerial UMKM lokal dan dapat menjadi rujukan bagi program pendampingan serupa di wilayah agraris lainnya.