Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Bahasa Kasar (Abusive Language) Ditinjau Dari Pola Asuh Orang Tua Ellya Farida
AL-THIFL : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/thifl.v5i2.5288

Abstract

Bahasa merupakan alat berkomunikasi antar individu dalam kehidupan melaui indra ucap manusia. Permasalahan tentang penggunaan bahasa kasar (Abusive Language) merupakan permasalahan yang sering muncul dikalangan remaja, akan tetapi dikalangan anak-anak juga sudah mengenal bahasa kasar (Abusive Language) khususnya dikalangan peserta didik tingkat Madrasah. Peserta didik mengenal Bahasa kasar (Abusive Language) dari lingkungan keluarga, lingkungan bermain, kurangnya pengawasan dan kontrol dari pola asuh orang tua yang kurang tepat. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk Mendeskripsikan bentuk bahasa kasar (Abusive Language) di lokasi penelitian, Mendeskripsikan Bahasa kasar (Abusive Language) ditinjau dari pola asuh orang tua Permissif dan Authoritarian (Otoriter), serta Mendeskripsikan Faktor yang mempengaruhi munculnya bahasa kasar (Abusive Language) selain dari pola asuh orang tua. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metodelogi penelitian kualitatif yang disesuaikan dengan fakta yang ada dilapangan dengan menggunakan tipe penelitian studi kasus Penelitian menemukan berbagai bentuk bahasa kasar kasar (Abusive Language) di lokasi penelitian yaitu mencangkup bentuk kondisi (Celeh, Anjrit, Cok, Joh), bentuk hewan (Asu atau Anjing), dan bagain tubuh (Mengacungkan jari tengah yang mengisyaratkan umpatan fuck. Penggunaan bahasa kasar dipengaruhi pola asuh orang tua, di mana pola asuh permisif membuat anak lebih mudah mengenal bahasa kasar, sedangkan pola asuh otoriter membuat anak lebih terkontrol di rumah tapi cenderung memberontak di luar. Selain itu, orang tua yang menggunakan bahasa kasar saat marah juga memengaruhi anak. Faktor lain yang mempengaruhi munculnya bahasa kasar adalah lingkungan keluarga, pertemanan, tempat tinggal, dan media sosial.