Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Kepala Madrasah sebagai Leader Supervisor Motivator si MA Darul Huda Mayak Tonatan Ponorogo Fuat Darma; Nur Rahmi Sonia
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 4 No. 02 (2024): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v4i02.3674

Abstract

Kajian ini dilatarbelakangi oleh ketidak profesionalan guru dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai tenaga pendidik, kurangnya pemahaman materi dan penguasaan metode pembelajaran yang digunakan. Hal ini berdampak pada kualitas pendidikan secara keseluruhan. Oleh karena itu, peran kepala madrasah sangat penting dalam meningkatkan profesionalisme guru. Melalui inisiatif seperti workshop, supervisi, pelatihan, dan motivasi, kepala madrasah dapat membantu guru dalam meningkatkan kemampuan mereka dalam menyampaikan materi dan menggunakan metode pembelajaran yang efektif. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi, dengan metode pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Dan teknik yang dipilih dalam analisis data yang digunakan yaitu Milles & Huberman dengan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil temuan dari penelitian ini adalah bahwa kepala madrasah memiliki peran penting dalam meningkatkan profesionalisme guru di MA Darul Huda Mayak. Beliau bertindak sebagai leader, supervisor, dan motivator. (1) Sebagai leader, kepala madrasah membuat perencanaan melalui supervisi dan evaluasi, selain itu, membuat strukrut organisasi, melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan melaksanakan evaluasi secara teratur (2) Sebagai supervisor, kepala madrasah membuat jadwal supervisi terencana, melibatkan guru-guru senior dalam proses supervisi, dan menerapkan berbagai model supervisi yang sesuai dengan kebutuhan evaluasi dan karakteristik individu guru. (3) Sebagai motivator, kepala madrasah memberikan dorongan kepada guru untuk mengejar pendidikan tinggi, mengadakan seminar dan pelatihan, memberikan penghargaan atas pencapaian, dan memberikan pembinaan langsung kepada guru yang membutuhkan. Ini menciptakan lingkungan kerja yang positif dan produktif bagi seluruh anggota madrasah.
Manajemen Kurikulum Cambridge Pada International Class Program Di SMAN 3 Ponorogo Alfiya Amalia Hasna; Nur Rahmi Sonia
Edumanagerial Vol. 3 No. 01 (2024): EDUMANAGERIAL : Journal of Islamic Education Management
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/edumanagerial.v3i01.3918

Abstract

Era globalisasi seperti saat ini, lembaga pendidikan dituntut untuk selalu melakukan inovasi agar lembaga pendidikan tersebut mampu bersaing secara nasional maupun internasional. Salah satu inovasi yang saat ini banyak digunakan adalah penggunaan kurikulum internasional, salah satunya adalah kurikulum Cambridge. Untuk keberhasilan kurikulum Cambridge, maka diperlukan manajemen yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dari kurikulum Cambridge pada International Class Program di SMAN 3 Ponorogo. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Adapun hasil dari penelitian ini adalah 1) Perencanaan kurikulum Cambridge meliputi merumusakan tujuan, menentukan mata pelajaran, mempersiapkan sumber daya manusia yang meliputi guru dan murid, mempersiapkan framework, lesson plan, dan worksheet. Selain itu juga mempersiapkan media pembelajaran, metode pembelajaran dan evaluasi pembelajaran yang akan digunakan. 2) Pelaksanaan kurikulum Cambridge meliputi mengadakan pelatihan guru, menyusun framework, lesson plan, dan worksheet. Menggunakan media pembelajaran meliputi power poin, laboratorium, alat peraga serta menggunakan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan siswa. 3) Evaluasi kurikulum dilakukan dengan dua cara yaitu evaluasi diri sekolah dan evaluasi cambridge. Sedangkan untuk evaluasi hasil belajar siswa ada lima jenis yaitu yaitu worksheet, evaluasi per-bab, middle test, final test, dan mokking test.