Yohanes I Wayan Marianta
Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PAROKI SANTO ANDREAS TIDAR SEBAGAI RUMAH PEMBINAAN IMAN KAUM MUDA KATOLIK PERANTAU MALANG: Dalam Teori Solidaritas Sosial Émile Durkheim Alexander Asin; Yohanes I Wayan Marianta
Jurnal Reinha Vol 16 No 2 (2025)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/ejr.v16i2.478

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Paroki Santo Andreas Tidar sebagai rumah pembinaan iman bagi kaum muda Katolik perantau di Kota Malang melalui perspektif solidaritas sosial Émile Durkheim. Kaum muda perantau umumnya menghadapi pergulatan iman, keterasingan sosial, dan tekanan akademik ketika hidup jauh dari keluarga serta berada dalam lingkungan mayoritas beragama lain. Untuk memahami dinamika tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 12 informan yang terdiri dari 8 pelajar dan 4 pekerja muda, observasi partisipatif dalam kegiatan OMK, serta studi dokumentasi terhadap arsip paroki, laporan dan catatan pastoral. Analisis data dilakukan dengan analisis tematik melalui proses reduksi, kategorisasi, dan interpretasi berbasis kerangka solidaritas sosial Durkheim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Paroki Santo Andreas Tidar berfungsi sebagai lokus terbentuknya solidaritas organik yang memperkuat identitas religius, kohesi sosial, dan perkembangan spiritual kaum muda perantau melalui kegiatan kategorial, pelayanan liturgis, kegiatan sosial, dan pendampingan rohani. Faktor pendukung pembinaan iman meliputi dukungan pastoral, struktur OMK yang inklusif, dan fasilitas paroki, sedangkan hambatan mencakup kesibukan akademik, pengaruh media sosial, kelelahan fisik, dan keterbatasan dana. Hambatan tersebut dapat diatasi melalui manajemen waktu yang lebih baik, pendampingan digital yang bijaksana, pengaturan ritme kegiatan yang tidak membebani, serta pengembangan strategi pendanaan kreatif dan berkelanjutan.
PAROKI SANTO ANDREAS TIDAR SEBAGAI RUMAH PEMBINAAN IMAN KAUM MUDA KATOLIK PERANTAU MALANG: Dalam Teori Solidaritas Sosial Émile Durkheim Alexander Asin; Yohanes I Wayan Marianta
Jurnal Reinha Vol 16 No 2 (2025)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/ejr.v16i2.478

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Paroki Santo Andreas Tidar sebagai rumah pembinaan iman bagi kaum muda Katolik perantau di Kota Malang melalui perspektif solidaritas sosial Émile Durkheim. Kaum muda perantau umumnya menghadapi pergulatan iman, keterasingan sosial, dan tekanan akademik ketika hidup jauh dari keluarga serta berada dalam lingkungan mayoritas beragama lain. Untuk memahami dinamika tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 12 informan yang terdiri dari 8 pelajar dan 4 pekerja muda, observasi partisipatif dalam kegiatan OMK, serta studi dokumentasi terhadap arsip paroki, laporan dan catatan pastoral. Analisis data dilakukan dengan analisis tematik melalui proses reduksi, kategorisasi, dan interpretasi berbasis kerangka solidaritas sosial Durkheim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Paroki Santo Andreas Tidar berfungsi sebagai lokus terbentuknya solidaritas organik yang memperkuat identitas religius, kohesi sosial, dan perkembangan spiritual kaum muda perantau melalui kegiatan kategorial, pelayanan liturgis, kegiatan sosial, dan pendampingan rohani. Faktor pendukung pembinaan iman meliputi dukungan pastoral, struktur OMK yang inklusif, dan fasilitas paroki, sedangkan hambatan mencakup kesibukan akademik, pengaruh media sosial, kelelahan fisik, dan keterbatasan dana. Hambatan tersebut dapat diatasi melalui manajemen waktu yang lebih baik, pendampingan digital yang bijaksana, pengaturan ritme kegiatan yang tidak membebani, serta pengembangan strategi pendanaan kreatif dan berkelanjutan.
Analisis Kasus Perdagangan Manusia: Buruh Migran Timor di Malaysia berdasarkan Pendekatan Eleanor Roosevelt tentang Hak Asasi Manusia Hendrik Fahik; Yohanes I Wayan Marianta; Kunibert Janson Seran
Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik Vol 5 No 4 (2025): Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik Edisi November 2025
Publisher : Perkumpulan Perguruan Tinggi Agama Katolik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52110/jppak.v5i4.299

Abstract

Here is the English translation of your text: This study aims to analyze a human trafficking case involving Timorese migrant workers in Malaysia using the human rights approach developed by Eleanor Roosevelt. This approach emphasizes the importance of protecting, respecting, and fulfilling the fundamental rights of every individual, particularly those in vulnerable positions. In this study, a qualitative research method is employed with a case study approach, which includes document analysis, in-depth interviews with stakeholders, and participatory observation of the conditions of the migrant workers. The research findings indicate that Timorese migrant workers often fall victim to various forms of exploitation, such as forced labor, inhumane working conditions, unfair wages, and minimal legal protection from both the sending and receiving countries. This situation reflects a serious violation of the fundamental principles of human rights. This study makes an important contribution to uncovering the ongoing dynamics of human trafficking in Southeast Asia, particularly targeting migrant labor groups. Furthermore, the findings provide several policy recommendations, including the need for stronger bilateral agreements between labor-sending and labor-receiving countries, increased oversight of recruitment agencies, and human rights education for prospective migrants. Thus, it is hoped that the protection of Timorese migrant workers can be significantly improved.