Abstrak - kebutuhan akses internet saat ini di SMK Negeri 6 Halmahera Barat menggunakan koneksi broadband dari Ubiqu yang membutuhkan biaya yang mahal dikarenakan setiap perangkat terhubung ke internet harus menggunakan voucher, untuk itu dibutuhkan Solusi yaitu akses internet yang terjangkau. sehingga tujuan dalam penelitian ini adalah akan melakukan optimalisasi jaringan internet menggunakan topologi Point to Point. Untuk tahapan penelitian yang digunakan adalah NDLC, yaitu analysis, design, simulation prototyping, implementation, monitoring dan management. Link budget dengan RSL yang diterima sebesar -61,13dBm dengan asumsi loss pada media kabel penerima 10 dB, Hasil pengukuran menunjukkan daya sinyal diterima sebesar -85 dBm. Dapat diketahui selisih dari hasil link budget dan pengukuran langsung sebesar 23 dBm. Dari analisis link budget dan hasil pengukuran langsung, jelas bahwa ada perbedaan signifikan daya sinyal yang diterima. Ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti interferensi, hambatan di jalur transmisi, atau ketidakakuratan dalam spesifikasi peralatan. Penelitian lebih lanjut dan optimasi parameter jaringan mungkin diperlukan untuk meningkatkan kinerja dan keandalan sistem Point to Point antar pulau. Kata kunci: Point to Point, NDLC, RSL, Link budget Abstract - Current internet access needs at SMK Negeri 6 West Halmahera use a broadband connection from Ubiqu provider which requires an expensive cost because each device connected to the internet must use a voucher, for this reason a solution is needed, namely affordable internet access. so the purpose of this research is to optimize the internet network using Point to Point topology. The research method used is NDLC, which is analysis, design, simulation prototyping, implementation, monitoring and management. The link budget with RSL received is -61.13dBm assuming a loss in the receiving cable media of 10 dB, The measurement results show the received signal power of -85 dBm. It can be seen that the difference from the link budget results and direct measurements is 23 dBm. From the link budget analysis and direct measurement results, it is clear that there is a significant difference in received signal power. This could be due to various factors such as interference, obstacles in the transmission path, or inaccuracies in equipment specifications. More research and optimization of network parameters may be required to improve the performance and reliability of inter-island Point to Point systems.Keywords: Point to Point, NDLC, RSL, Link budget