Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rancang Bangun Pencatatan Surat Berbasis Web pada Kantor Kecamatan Kelapa Dua Tangerang Earlan Rafi Maulana; Irwan Agus Sobari; Sri Rahayu
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 8, No 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v8i6.9928

Abstract

Abstrak - Kecamatan Kelapa Dua Kabupaten Tangerang merupakan instansi pemerintahan yang memiliki aktivitas administrasi, khususnya dalam pencatatan surat masuk dan keluar. Selama ini, pencatatan surat masih dilakukan secara manual menggunakan buku agenda, yang berisiko terhadap kehilangan data dan kerusakan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah aplikasi pencatatan surat masuk dan keluar berbasis web guna mendukung proses administrasi yang terdigitalisasi. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah metode waterfall, dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, dan pengujian. Aplikasi ini dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP, basis data MySQL, serta framework CodeIgniter 4. Antarmuka pengguna dirancang menggunakan Bootstrap agar responsif dan mudah digunakan. Fitur-fitur utama dalam aplikasi meliputi: manajemen data surat masuk dan keluar (tambah, edit, hapus, cetak, dan ekspor ke Excel), halaman login dan logout, dashboard untuk menampilkan ringkasan data. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah aplikasi berbasis web yang dapat mencatat, menyimpan, dan mengelola surat masuk dan keluar secara aman, cepat, dan terorganisir. Dengan adanya aplikasi ini, proses administrasi surat di Kecamatan Kelapa Dua menjadi lebih modern, efisien, dan terdokumentasi dengan baik.Kata Kunci : Pencatatan Surat; Waterfall; Website; Abstract - Kelapa Dua Subdistrict, located in Tangerang Regency, is a government institution actively involved in administrative tasks, particularly the management of incoming and outgoing mail. Historically, the process of recording these letters was done manually using agenda books, which led to risks like data loss and physical damage. This study's objective was to design and develop a web-based mail agenda application to support a fully digitalized administrative workflow. The waterfall model guided the system's development, encompassing phases of requirement analysis, system design, implementation, and testing. The application was built using the PHP programming language, MySQL database, and the CodeIgniter 4 framework. Its user interface was carefully crafted with Bootstrap to ensure it is both responsive and intuitive to use. Key features of this application include comprehensive mail management, allowing users to efficiently add, edit, delete, print, and export data for both incoming and outgoing letters to Excel. Additionally, it provides secure login and logout functionalities, alongside a clear dashboard that offers a summary of all mail data. The outcome of this research is a robust web-based application capable of securely, quickly, and systematically recording, storing, and managing mail. This advancement significantly modernizes, streamlines, and thoroughly documents the mail administration process at Kelapa Dua Subdistrict.Keywords: Mail Recording; Waterfall; Website;
ANALISIS PENGARUH THRESHOLD PADA METODE CANNY DAN SOBEL DALAM DETEKSI TEPI CITRA CABAI Sri Rahayu; Ridwansyah; Jajang Jaya Purnama
Jurnal Teknoinfo Vol. 19 No. 2 (2025): July 2025 Period
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/teknoinfo.v19i2.162

Abstract

Abstract The utilization of digital image processing technology in agriculture has developed rapidly, particularly for identifying and classifying horticultural commodities such as chili peppers. Chili peppers possess diverse visual characteristics, including color changes based on ripeness levels and irregular shapes. Misidentification can lead to losses during harvest, making accurate automatic detection essential. One of the key approaches in image processing is edge detection, which functions to extract object contours from the image background. However, the results of this process are highly influenced by the threshold parameters used. Inappropriate thresholds can result in the loss of important details or the appearance of disruptive noise, thereby reducing detection accuracy. Therefore, this study was conducted to analyze the effect of threshold parameter variations on the performance of two commonly used edge detection methods: Canny and Sobel. The edge detection process was carried out by applying the Canny and Sobel methods using the Kaggle Notebook platform. Canny edge detection involves Gaussian blur to reduce noise, calculation of intensity gradients, and the use of two threshold values. Meanwhile, Sobel calculates gradients along the X and Y axes to highlight pixel intensity changes. The data used in this study consists of 11 images of various types of chili peppers, captured using a smartphone camera, then resized and converted to grayscale to simplify color information. The results from both methods were analyzed visually and quantitatively using metrics such as the number of edge pixels, PSNR (Peak Signal-to-Noise Ratio), and SSIM (Structural Similarity Index). The results of the study show that the Canny method is capable of producing clearer edges with less noise compared to Sobel, especially in images with low lighting. However, the Sobel method excels in processing speed and implementation simplicity. These findings highlight the importance of selecting the appropriate threshold values to enhance edge detection accuracy and efficiency. Consequently, the results of this study can serve as a reference in the development of more accurate and reliable automated systems for chili pepper identification and classification based on digital image processing. Keyword: Canny, Chili, Edge Detection Image Processing, Sobel. Abstrak Pemanfaatan teknologi pengolahan citra digital dalam bidang pertanian telah berkembang pesat, khususnya untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasi komoditas hortikultura seperti cabai. Cabai memiliki ciri visual yang beragam, seperti warna yang berubah sesuai tingkat kematangan dan bentuk yang tidak seragam, jika salah mengidentifikasi maka akan menyebabkan kerugian pada saat panen sehingga deteksi otomatisnya membutuhkan metode yang tepat. Salah satu pendekatan yang penting dalam pengolahan citra adalah deteksi tepi (edge detection), yang berfungsi untuk mengekstraksi kontur objek dari latar belakang gambarnya. Namun, hasil dari proses deteksi ini sangat dipengaruhi oleh parameter threshold yang digunakan. Threshold yang tidak sesuai dapat menyebabkan hilangnya detail penting atau munculnya noise yang mengganggu, sehingga menurunkan akurasi deteksi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh variasi parameter threshold terhadap performa dua metode deteksi tepi yang umum digunakan, yaitu Canny dan Sobel. Proses deteksi tepi dilaksanakan dengan menerapkan metode Canny dan Sobel dalam platform Kaggle Notebook. Canny edge detection melibatkan proses Gaussian blur untuk mengurangi noise, perhitungan gradien intensitas, dan penggunaan dua nilai threshold. Sedangkan Sobel melakukan perhitungan gradien pada sumbu X dan Y untuk menyoroti perubahan intensitas piksel. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari 11 gambar cabai berbagai jenis yang diambil menggunakan kamera ponsel, kemudian melalui proses resizing dan konversi ke grayscale guna menyederhanakan informasi warna. Hasil dari kedua metode dianalisis baik secara visual maupun kuantitatif menggunakan metrik seperti jumlah piksel tepi, PSNR (Peak Signal-to-Noise Ratio), dan SSIM (Structural Similarity Index). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Canny mampu menghasilkan tepi yang lebih jelas dan minim noise dibandingkan Sobel, terutama pada gambar dengan pencahayaan rendah. Namun, metode Sobel memiliki keunggulan dalam kecepatan pemrosesan dan kesederhanaan implementasi. Temuan ini menegaskan pentingnya pemilihan nilai threshold yang tepat dalam meningkatkan akurasi dan efisiensi deteksi tepi. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam pengembangan sistem otomatisasi identifikasi dan klasifikasi cabai berbasis pengolahan citra digital yang lebih akurat dan andal. Kata Kunci: pengolahan citra deteksi tepi, Canny, Sobel, Cabai.