Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Digitalisasi Keuangan PKK Berbasis Model Matematika untuk Akuntabilitas dan Pemberdayaan Komunitas Syifa Afidah Nurul Arifin; Rina Mayanti; Sekar Ageng Pratiwi; Irnawati Irnawati; Ahmad Taufik; Nuriza Zahra; Irfan D Andreansyah
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 8, No 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v8i5.9814

Abstract

Abstrak - Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) adalah ruang bagi perempuan untuk saling menguatkan, belajar, dan mengelola berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk urusan keuangan. PKK hadir sebagai motor sosial yang berperan penting dalam pengelolaan kegiatan, termasuk urusan keuangan berbasis komunitas. Namun, sistem pencatatan kas yang masih manual menjadi hambatan tersendiri dalam menjaga akuntabilitas. Penelitian ini bertujuan mendigitalisasi sistem keuangan PKK dengan pendekatan model matematika mikro yang sederhana namun fungsional. Prototipe sistem dirancang melalui Canva, sebuah platform visual yang digunakan untuk menghasilkan website dan aplikasi interaktif yang mudah digunakan oleh pengurus PKK tanpa latar belakang teknis. Metode yang digunakan adalah metode prototype dengan tahapan identifikasi kebutuhan pengguna, perancangan, uji coba pengguna, hingga evaluasi dan revisi. Prototipe yang dihasilkan telah diuji coba kepada pengurus PKK dan mendapatkan tanggapan positif dari sisi tampilan, kemudahan penggunaan, serta penyajian data kas secara akuntabel. Hasil menunjukkan bahwa visualisasi logika keuangan seperti saldo kas, surplus-defisit, dan laporan transaksi berhasil ditampilkan dengan baik. Sistem ini berfungsi efektif sebagai media edukasi keuangan dan alat bantu meningkatkan akuntabilitas komunitas secara inklusif.Kata kunci: PKK; Digitalisasi Keuangan; Model Matematika; Akuntabilitas; Canva; Abstract - Family Empowerment Welfare (PKK) is a space for women to strengthen each other, learn, and manage various social activities in the community, including financial affairs. The PKK is present as a social motor that plays an important role in the management of activities, including community-based financial affairs. However, the manual cash recording system is an obstacle in maintaining accountability. This research aims to digitize the PKK financial system with a simple but functional micromathematics model approach. The prototype of the system was designed through Canva, a visual platform used to produce an interactive website and application, that is easy for PKK administrators to use without a technical background. The method used is a prototype method with stages of identifying user needs, designing, testing users, to evaluation and revision. The resulting prototype has been tested to PKK administrators and received positive responses in terms of appearance, ease of use, and presentation of cash data in an accountable manner. The results show that the visualization of financial logic such as cash balance, surplus-deficit, and transaction statements is successfully displayed. This system functions effectively as a financial education medium and a tool to increase community accountability inclusively.Keywords: PKK; Financial Digitalization; Mathematical Model; Accountability; Canva;
Hasil Evaluasi Implementasi ISO/IEC 27001:2022 dan ISO/IEC 27701:2019 dalam Penguatan Sistem Manajemen Keamanan Informasi dan Privasi di PT Bank XYZ Sekar Ageng Pratiwi; Rina Mayanti; Syifa Afidah Nurul Arifin; Nazwa Dwi Rahmawati; Ridho Bhakti Wicaksono
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 8, No 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v8i5.9811

Abstract

Abstrak - Penelitian ini mengevaluasi penerapan ISO/IEC 27001:2022 dan ISO/IEC 27701:2019 dalam memperkuat Information Security Management System (ISMS) dan Privacy Information Management System (PIMS) pada PT Bank XYZ, sebuah lembaga keuangan yang beroperasi di sektor perbankan Indonesia yang sangat diatur secara ketat. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini menganalisis dokumentasi resmi, melakukan wawancara dengan tim keamanan informasi dan manajemen risiko, serta meninjau hasil audit terbaru dari lembaga sertifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi telah berhasil menerapkan beberapa domain kontrol utama, seperti pengendalian akses, kebijakan keamanan informasi, dan keamanan fisik sesuai dengan standar ISO. Namun, masih terdapat kesenjangan pada aspek kriptografi untuk perangkat portabel serta tata kelola data pihak ketiga yang memerlukan penguatan lebih lanjut agar selaras dengan regulasi nasional, khususnya Peraturan BSSN No. 11 Tahun 2024 dan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP No. 27 Tahun 2022). Penelitian ini menekankan pentingnya mengintegrasikan kontrol teknis dengan komitmen prosedural dan manajerial untuk mencapai kepatuhan yang berkelanjutan dan meningkatkan ketahanan operasional. Selain itu, penelitian ini menyoroti kebaruan integrasi kerangka kerja ISMS dan PIMS dalam lingkungan keamanan siber yang dinamis, serta memberikan wawasan praktis bagi lembaga keuangan yang menghadapi tantangan regulasi dan teknologi serupa.Kata kunci: ISO/IEC 27001:2022; ISO/IEC 27701:2019; Information Security Management System (ISMS); Privacy Information Management System (PIMS); Keamanan Siber; Perlindungan Data Pribadi; Abstract - This study evaluates the implementation of ISO/IEC 27001:2022 and ISO/IEC 27701:2019 in strengthening the Information Security Management System (ISMS) and Privacy Information Management System (PIMS) at PT Bank XYZ, a financial institution operating in Indonesia’s highly regulated banking sector. The research adopts a qualitative case study approach by analyzing documentation, conducting interviews with the information security and risk management teams, and reviewing the latest audit results by the certification body. The findings indicate that the organization has implemented key control domains such as access control, information security policies, and physical security in line with ISO standards. However, gaps remain in areas such as cryptography for portable devices and third-party data governance, which require further integration with local regulations, including BSSN Regulation No. 11 of 2024 and Indonesia's Personal Data Protection Law (UU PDP No. 27/2022). The study highlights the importance of aligning technical controls with procedural and managerial commitment to ensure long-term compliance and operational resilience. This evaluation contributes to practical insights for financial institutions facing similar regulatory challenges and emphasizes the novelty of integrating ISMS-PIMS frameworks in a dynamic cybersecurity environment.Keywords: ISO/IEC 27001:2022; ISO/IEC 27701:2019; Information Security Management System (ISMS); Privacy Information Management System (PIMS); Cybersecurity; Personal Data Protection;