Abstrak - Perjalanan taksi di kota besar memiliki pola yang beragam berdasarkan lokasi dan waktu tempuh. Penelitian ini menerapkan algoritma K-Means Clustering untuk mengelompokkan data perjalanan taksi berdasarkan dua variabel utama, yaitu jarak perjalanan dan total biaya. Dengan menggunakan 15.000 data sampel dari dataset Yellow_tripdata_2024, hasil clustering menunjukkan bahwa perjalanan dapat dibagi menjadi lima kelompok utama. Klaster pertama mencakup perjalanan jarak pendek di pusat kota, klaster kedua meliputi perjalanan dari dan ke bandara atau area pinggiran kota, dan klaster ketiga berfokus pada perjalanan malam dan dini hari. Dua klaster tambahan menunjukkan pola perjalanan unik berdasarkan variasi harga dan jarak. Hasil analisis ini dapat dimanfaatkan untuk optimalisasi tarif, peningkatan layanan transportasi, serta pengambilan keputusan bagi operator taksi dan perencana transportasi kota.Kata kunci: Big Data, Clustering, K-Means, Transportasi, Analisis perjalanan Abstract - Taxi trips in big cities have diverse patterns based on location and travel time. This study applies the K-Means Clustering algorithm to cluster taxi trip data based on two main variables, namely trip distance and total cost. Using 15,000 sample data from the Yellow_tripdata_2024 dataset, the clustering results show that trips can be divided into five main clusters. The first cluster includes short-distance trips in the city center, the second cluster includes trips to and from the airport or suburban areas, and the third cluster focuses on night and early morning trips. Two additional clusters show unique travel patterns based on price and distance variations. The results of this analysis can be used for fare optimization, transportation service improvement, and decision-making for taxi operators and city transportation planners.Keywords: Big Data, Clustering, K-Means, Transportation, Travel analysis