Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Kertas dan Kantong Plastik Sebagai Insulator Termal aisyah; Wiji Utami; Rezki Yahya Dinata
JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan Vol 3 No 1 (2025): JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/jssit.v1i1.86

Abstract

Limbah selalu menjadi isu global terkait permasalahan lingkungan yang masih terus berlanjut dan belum terselesaikan. Kertas dan plastik menjadi limbah yang dominan dihasilkan oleh aktivitas manusia baik itu rumah tangga, pertokoan maupun perkantoran. Setiap orang diperkirakan berkontribusi menyumbang limbah sekitar 13,43 kg per tahun.  Salah satu solusi pengolahan limbah kertas dan plastik yaitu dengan mendaur ulang menjadi alternatif material insulator termal. Efektivitas suatu material sebagai isolasi termal dipengaruhi oleh polimer yang menyusunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji stabilitas termal kertas dan kantong plastik sebagai bahan baku insulator termal berdasarkan ketebalan material terhadap perubahan suhu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang diujikan pada botol dengan penambahan variasi ketebalan material 0, 1, 3, dan 5 cm. Pengamatan suhu dilakukan setiap 5 menit sekali untuk melihat efisiensi material dalam menghambat panas. Berdasarkan hasil penelitian limbah kertas dan plastik berpotensi sebagai insulator. Akan tetapi, plastik masih lebih unggul dalam menghambat panas. Data hasil pengamatan membuktikan bahwa limbah plastik lebih optimal dibandingkan limbah kertas pada ketebalan insulator 1 dan 3 cm. Telah terbukti bahwa suhu awal botol 70oC tidak turun drastis setelah ketebalannya ditambah. Sementara itu, kertas lebih stabil dalam menghambat panas setelah ketebalannya ditambah 5 cm. Ketebalan material akan sangat berpengaruh terhadap isolasi panas. Hal ini juga dapat disebabkan oleh partikel kertas yang berpori dan tidak stabil terhadap kelembapan. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam pengembangan material insulator termal berbasis kertas dan plastik. Kata kunci: Kertas, Plastik, Insulator termal, Limbah
Pengaruh Katalis CaO Terhadap Degradasi Limbah Cair Batik Jambi dengan Penyinaran Matahari, Lampu UV-Ozon, dan Lampu LED Aisyah; Ardiansyah; Wiji Utami
JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan Vol 3 No 2 (2025): JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/jssit.v1i2.92

Abstract

Industri tekstil, termasuk produksi batik di Jambi, menghasilkan limbah cair signifikan yang mengandung pewarna anionik sintetik berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas degradasi fotokatalitik menggunakan katalis CaO dari cangkang kerang bambu yang dikalsinasi pada suhu 800°C untuk mengolah limbah batik Jambi. Metode ini dibandingkan dengan pendekatan konvensional seperti koagulasi, oksidasi kimia, dan filtrasi membran yang memiliki keterbatasan dalam aspek biaya dan keberlanjutan. Eksperimen dilakukan dengan variasi sumber cahaya (matahari, UV-Ozon, dan LED) serta waktu kontak 60, 90, dan 120 menit menggunakan katalis CaO optimum 0,03 g. Hasil menunjukkan bahwa penyinaran cahaya matahari dengan katalis mencapai efisiensi degradasi tertinggi sebesar 75,39%, diikuti oleh lampu LED (60,38%) dan UV-Ozon (54,15%). Spektrum cahaya matahari yang luas dan intensitas tinggi dinilai lebih efektif dalam memfasilitasi reaksi fotodegradasi. Hal ini menunjukkan bahwa metode penyinaran yang tepat, dikombinasikan dengan katalis yang efektif, dapat meningkatkan efisiensi pengolahan limbah cair batik secara signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa katalis CaO dari cangkang kerang bambu merupakan solusi ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk meningkatkan efisiensi degradasi limbah cair batik, dengan cahaya matahari sebagai sumber energi paling optimal. Temuan ini menawarkan alternatif terkait pengelolaan limbah tekstil yang lebih efektif dan ekonomis.