This Author published in this journals
All Journal Deliberatif
Ahmad Fahruddin
Fakultas Dakwah Universitas PTIQ Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Ulumul Qur’an di Tengah Kontestasi Artificial Intellegence Versus Otoritas Keagamaan Ahmad Fahruddin
Jurnal Deliberatif Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Jaringan Pemberdayaan Politik Lingkungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mengeksplorasi peran AI dalam pengembangan Ulumul Qur’an, serta tantangan dan peluang yang menyertainya dalam era transformasi digital dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan, perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah merevolusi berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam studi keislaman dan pengembangan Ulumul Qur’an. Pemanfaatan AI dalam bidang ini membuka peluang besar, seperti otomatisasi pencarian ayat, analisis linguistik Al-Qur’an, klasifikasi tema, hingga pengembangan tafsir digital berbasis machine learning. Selain itu, teknologi AI memungkinkan akses dan pemahaman terhadap Al-Qur’an menjadi lebih cepat, luas, dan inklusif. Namun demikian, di balik kemajuan tersebut, terdapat tantangan signifikan, seperti potensi bias algoritma, keterbatasan konteks dalam interpretasi teks wahyu, serta kekhawatiran berkurangnya otoritas ulama dalam memahami dan menjelaskan makna Al-Qur’an secara komprehensif. Selain juga disebabkan karena AI memiliki keterbatasan dalam memahami konteks historis, sosiologis, dan teologis dari wahyu menjadikan peran manusia—terutama ulama dan ahli tafsir. Oleh karena itu, integrasi antara AI dan Ulumul Qur’an harus dilakukan dengan pendekatan kritis, etis, dan kolaboratif, agar teknologi ini menjadi alat bantu yang mendukung otentisitas dan kedalaman studi Al-Qur’an, bukan menggantikannya. Kata Kunci: Ulumul Qur’an, Kontestasi, Artificial Intellegence, Otoritas Keagamaan