Munculnya dan perkembangan teknologi informasi di era digital ini telah membawa perubahan yang sangat signifikan dalam dinamika sosial politik, terutama dalam peran aktivis muda baik secara pola pikir, tingkah laku, responden dan segala hal lainnya. Aktivis muda memiliki peran penting dalam mendorong perubahan sosial-politik dengan memanfaatkan media digital sebagai sarana advokasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana aktivis muda menggunakan teknologi digital dalam gerakan sosial-politik, dengan studi kasus Sherly Annavita Rahmi sebagai salah satu aktivis muda yang aktif dalam menyuarakan isu-isu sosial dan politik melalui media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui analisis konten media sosial, serta studi literatur. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk mengidentifikasi pola penyampaian pesan serta dampak yang dihasilkan. Data diperoleh melalui pengumpulan dan analisis komentar netizen pada berbagai unggahan media sosial. Sherly Annavita, seperti di Instagram dan You Tube yang kemudian dikategorikan berdasarkan pola komunikasi, dukungan, kritik, serta potensi disinformasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivis muda, seperti Sherly Annavita, mampu memanfaatkan media digital untuk membangun kesadaran publik, meningkatkan partisipasi politik, serta memengaruhi opini masyarakat. Namun, mereka juga menghadapi tantangan berupa hoaks, polarisasi politik, serta regulasi yang dapat membatasi kebebasan berekspresi. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pentingnya peningkatan literasi digital bagi aktivis muda agar mereka dapat menyaring informasi dengan lebih baik dan mengembangkan strategi komunikasi yang lebih efektif. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi studi komunikasi politik dan aktivisme digital serta dapat menjadi landasan bagi penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh aktivisme digital terhadap kebijakan publik, demokrasi, memperluas cakupan dengan membandingkan peran aktivis muda di berbagai negara yang maju maupun yang berkembang. Kata kunci: Aktivis muda, Sosial-politik, Era digital, Sherly Annavita