Chrisnaji Banindra Yudha
Universitas Negeri Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kesalahan Tanda Baca Pada Teks Buku Cerita Siswa Kelas II Sekolah Dasar Akbar Sakuro; Yustia Suntari; Chrisnaji Banindra Yudha
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1485

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap serta menganalisis berbagai bentuk kesalahan dalam penggunaan tanda baca pada buku cerita berbahasa Indonesia yang digunakan oleh siswa kelas II Sekolah Dasar. Buku cerita memiliki peran krusial dalam menunjang proses pembelajaran literasi dasar, terutama dalam membentuk keterampilan siswa dalam memahami struktur kalimat dan menerapkan kaidah penulisan yang tepat, termasuk penggunaan tanda baca. Sayangnya, masih banyak ditemukan buku cerita anak yang beredar di lingkungan pendidikan dasar mengandung ketidaksesuaian terhadap Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Ketidaktepatan ini tidak hanya berdampak pada kualitas teks, tetapi juga berpotensi menimbulkan kesalahan pemahaman serta mempengaruhi kebiasaan menulis siswa secara jangka panjang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi dan analisis isi terhadap buku-buku cerita yang digunakan secara resmi dalam pembelajaran di kelas II SD. Tiga buku dipilih sebagai objek kajian, yakni Dongeng untuk Santi, Cerpen Bergambar: Liburan Ara di Desa, dan Buku Cerita Bergambar: Karakter Mandiri dan Tanggung Jawab. Proses analisis dilakukan dengan menelaah kesalahan pada penggunaan tanda titik, koma, tanda kutip, tanda seru, dan tanda tanya yang terdapat dalam teks cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan penggunaan tanda baca tersebut masih cukup dominan dan berulang di dalam ketiga buku yang diteliti. Temuan ini menjadi indikator bahwa perhatian terhadap aspek kebahasaan, khususnya penggunaan tanda baca, masih perlu ditingkatkan oleh para penulis, editor, dan penerbit buku anak. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya perbaikan mutu bahan ajar anak usia dini, serta menjadi bahan refleksi bagi guru dalam memilih dan menggunakan sumber bacaan yang tepat dalam kegiatan pembelajaran bahasa.