Eko Prasetyo
Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gaya Bahasa dalam Puisi Di Negeri Amplop Karya KH Mustofa Bisri: Kajian Stilistika dan Relevansi Sosial Lutvy Nur Farikhah; Eko Prasetyo
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1659

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya bahasa dalam puisi Di Negeri Amplop karya KH Mustofa Bisri melalui pendekatan stilistika serta mengkaji relevansinya dengan kondisi sosial masyarakat Indonesia. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis stilistika untuk mengidentifikasi unsur kebahasaan seperti metafora, personifikasi, ironi, repetisi, dan antitesis. Data diperoleh dari teks puisi dan diklasifikasikan berdasarkan kategori gaya bahasa, kemudian dianalisis secara mendalam untuk mengungkap makna implisit dan kritik sosial di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi ini memanfaatkan berbagai gaya bahasa untuk menyampaikan kritik tajam terhadap praktik korupsi, ketidakadilan hukum, dan hegemoni uang dalam masyarakat. Metafora "negeri amplop" melambangkan sistem yang dikendalikan suap, sementara personifikasi dan ironi mengekspos absurditas birokrasi. Repetisi dan antitesis memperkuat pesan tentang ketidakpastian hukum. Temuan ini relevan dengan realitas Indonesia, di mana korupsi masih menjadi masalah sistemik. Penelitian ini memperkaya kajian stilistika dalam sastra Indonesia sekaligus menegaskan peran puisi sebagai media kritik sosial
Resistensi Moral terhadap Hegemoni Religius dalam Cerpen Pengantar Tidur Panjang Karya Eka Kurniawan Eko Prasetyo
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1761

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi resistensi moral tokoh Bapak dalam cerpen Pengantar Tidur Panjang (2009) karya Eka Kurniawan sebagai respons terhadap hegemoni religius dalam keluarga pasca-Reformasi melalui pendekatan micro-hegemony (Gramsci), dengan metode Analisis Wacana Kritis (Fairclough) yang mengeksplorasi tiga level analisis: teks, praktik wacana, dan praktik sosial. Temuan penelitian mengungkap representasi tokoh Bapak sebagai figur ambigu, seorang Kiai yang dihormati publik tetapi tidak memaksakan nilai religiusnya dalam keluarga, melalui strategi resistensi seperti tawa dan ironi ("tertawa di dalam hati") sebagai hidden transcript (Scott), penerimaan terhadap perbedaan ideologi anak, prioritas nilai moral lokal atas konflik politik, serta ambivalensi kata terakhir "Allah" yang sekaligus mengukuhkan dan mempertanyakan performativitas religius. Studi ini menyimpulkan bahwa Eka Kurniawan menawarkan kritik post-sekular terhadap keluarga religius Indonesia dengan menunjukkan bagaimana hegemoni justru efektif ketika tidak dipaksakan, sekaligus merefleksikan dinamika micro-hegemony pasca-Reformasi berupa otoritas agama yang terfragmentasi dan negosiasi nilai melalui etika, sehingga memperkaya diskusi tentang sastra sebagai medium kritik sosial yang subtil.
ALIH KODE (CODE SWITCHING) DAN CAMPUR KODE (CODE MIXING) DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DI KELAS X MA AN-NAWAWI SARWODADI Akmalia; Eko Prasetyo
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.8447

Abstract

This research aims to examine the phenomenon of code-switching and code-mixing in learning interactions in class X of MA An-Nawawi Sarwodadi, Wonosobo. The background of a homogeneous community with Javanese as their native language encourages this linguistic dynamic in the school environment. The research method used was descriptive qualitative with data collection techniques through passive participant observation and unstructured interviews. The results showed that code-switching and code-mixing appeared in various forms, such as switching from Indonesian to Javanese in full and inserting Javanese words/phrases into Indonesian. This phenomenon does not occur randomly; instead, it functions as an effective communication strategy to facilitate the understanding of instructions, create familiarity, build emotional closeness between teachers and students, and create a more relaxed learning atmosphere. The conclusion of this research underlines that code-switching and code-mixing are forms of teachers' pedagogical skills and contextual language dynamics, which actually enhance learning effectiveness while preserving local wisdom values.