Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rhetorical Strategies in Zakir Naik’s Speech: A Critical Discourse Analysis Approach Ahmad Rizal Abdullah; Fitriansal Fitriansal; Ashar Pramono
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1660

Abstract

This study explores the rhetorical strategies employed by Dr. Zakir Naik in one of his public speeches, focusing on how persuasion is constructed through Aristotle’s rhetorical appeals: ethos, pathos, and logos. Using a descriptive qualitative method, the research analyzes a selected speech transcript to uncover how language and argumentation are strategically used to influence audiences in a religious and intercultural context. Drawing on Aristotle's classical rhetorical theory as the main analytical framework, the study identifies how Dr. Naik establishes credibility (ethos), appeals to emotion (pathos), and constructs logical reasoning (logos) to strengthen his message. The analysis reveals that Dr. Naik effectively blends these rhetorical elements to assert religious authority, counter opposing viewpoints, and engage audiences from diverse backgrounds. This study contributes to the understanding of rhetorical discourse in contemporary religious communication and provides insight into how language can be used as a powerful tool for persuasion in cross-cultural settings.
Upaya Pelestarian Bahasa Daerah Melalui Festival Tunas Bahasa Ibu Lili Nur Lisdawati; Baharman Baharman; Suriadi Suriadi; Fitriansal Fitriansal; Muhammad Syukri Gaffar
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i2.1522

Abstract

Kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2024 bertujuan untuk mempertahankan bahasa Bali di tengah tantangan yang dihadapi oleh bahasa di seluruh dunia. Kegiatan ini diadakan di Denpasar dari 10 hingga 12 Oktober 2024 dan melibatkan 124 siswa SD dan SMP. Mereka berpartisipasi dalam berbagai kompetisi kreatif, termasuk penulisan aksara Bali dan penulisan cerpen. Lomba dilakukan dalam tiga tahap utama: persiapan, pelaksanaan, dan penutupan. Hasil kegiatan menunjukkan FTBI 2024 berhasil menciptakan lingkungan pembelajaran interaktif untuk melestarikan bahasa Bali, meskipun menghadapi masalah seperti kekurangan fasilitas dan jumlah guru yang terbatas untuk mengajar. Festival ini bukan hanya kompetisi, tetapi laboratorium budaya yang mendorong peserta untuk menjadi kreatif dengan menggunakan bahasa daerah mereka. FTBI 2024 menunjukkan bahwa strategi edukatif dan partisipatif dapat membantu menjaga bahasa ibu hidup di era modern.