Ilmiyatur Rosidah
Universitas PGRI Wirangerara, Pasuruan, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penerapan Media Kamon dalam Pembelajaran Menyimak Teks Cerpen Bahasa Indonesia pada Siswa Kelas X SMK PGRI 1 Pasuruan Muhammad Najib; Sugianti Sugianti; Ilmiyatur Rosidah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1758

Abstract

Kemampuan menyimak merupakan salah satu kompetensi dasar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang sangat penting untuk dikembangkan sejak dini. Namun dalam praktiknya pembelajaran menyimak sering kali dianggap membosankan dan bersifat pasif oleh siswa, terutama dalam memahami teks sastra seperti cerpen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan media Kamon dalam pembelajaran menyimak teks cerpen pada siswa kelas X SMK PGRI 1 Pasuruan serta menelaah dampaknya terhadap keterlibatan dan pemahaman siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara semi-struktur dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara tematik dan diverifikasi melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Kamon berhasil menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan dan kontekstual. Siswa menunjukkan peningkatan dalam pemahaman struktur cerpen abstrak, orientasi, komplikasi, evaluasi, resolusi dan koda, partisipasi dalam diskusi kelompok serta kemampuan menyampaikan kembali isi teks secara reflektif. Guru menyatakan bahwa media Kamon mudah digunakan, efektif dalam memfasilitasi pemahaman siswa dan mampu meningkatkan minat belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media Kamon merupakan alat bantu visual yang mendukung pembelajaran konstruktivistik dengan menggabungkan elemen visual, kognitif dan sosial secara terpadu. Implikasi dari penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan media pembelajaran sastra yang inovatif dan partisipatif. Diperlukan penelitian lanjutan untuk menguji efektivitas media Kamon dalam konteks dan jenjang pendidikan yang berbeda.
Rekonseptualisasi Makna Tanda Melalui Perspektif Semiotika Roland Barthes Dalam Film “Jagad Alam Gaib: Sinden Gaib” Roudlotul Fadiyah; Sugianti Sugianti; Ilmiyatur Rosidah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1778

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna denotatif, konotatif, dan mitos yang terkandung dalam film “Jagad Alam Gaib: Sinden Gaib” dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan objek kajian berupa film dan subjek berupa leksia-leksia yang diambil dari hasil transkrip film. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana unsur-unsur budaya tradisional direpresentasikan dan diinterpretasikan ulang dalam narasi film. Makna denotatif ditemukan melalui penggambaran budaya Jawa seperti sosok sinden, pakaian adat, serta suasana lingkungan tradisional. Makna konotatif muncul melalui simbol-simbol spiritual, di mana sinden tidak hanya ditampilkan sebagai seniman, tetapi juga sebagai medium antara dunia manusia dan dunia gaib. Pada tingkat mitos, film ini merefleksikan ideologi lokal tentang hubungan harmonis antara manusia dan alam spiritual, yang dibentuk melalui sistem tanda tingkat kedua. Analisis semakin diperdalam dengan penerapan lima kode narasi Roland Barthes diantaranya, hermeneutik, proaeretik, semik, simbolik, dan kultural yang mengungkap bagaimana film membangun ketegangan, aksi, dan makna secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa “Sinden Gaib” bukan sekadar film horor, tetapi juga ruang sinematik yang merepresentasikan pelestarian tradisi dan penyampaian nilai-nilai spiritual kepada masyarakat modern. Film ini membuktikan bahwa mitos dan budaya lokal dapat diintegrasikan secara efektif ke dalam narasi visual untuk menciptakan cerita berlapis yang kaya secara emosional dan ideologis.
Makna Simbolik Dalam Lirik Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan Karya Bernadya : Analisis Semiotika Roland Barthes Akhmad Yuli Firmansyah; Sugianti Sugianti; Ilmiyatur Rosidah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1810

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna simbolik yang terkandung dalam lirik lagu album Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan karya Bernadya dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengungkap bagaimana tanda-tanda dalam lirik lagu pada tingkat denotasi, konotasi, dan mitos membangun narasi emosional dan merefleksikan pesan-pesan ideologis yang lebih luas. Lirik dianalisis sebagai teks budaya yang tidak hanya menyampaikan ekspresi personal, tetapi juga representasi dari realitas sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik-lirik tersebut merepresentasikan pengalaman emosional mendalam seperti kesedihan, kehilangan, kecemasan, dan perjuangan menerima kenyataan. Pada tingkat denotatif, lirik menggambarkan situasi sehari-hari seperti bangun tidur, menghadapi pagi, atau menerima perpisahan. Namun pada tingkat konotatif, makna tersebut berkembang menjadi simbol beban psikologis dan tekanan batin. Pada lapisan mitos, lirik mengungkap ideologi budaya yang telah mengakar, seperti tuntutan untuk segera pulih dari luka, keharusan bersikap kuat, serta konstruksi cinta romantis yang ideal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lirik lagu Bernadya secara simbolik menantang narasi-narasi dominan dalam budaya populer dan memberikan ruang bagi ekspresi emosi yang jujur dan reflektif. Lagu-lagu tersebut memberi suara pada pengalaman pribadi yang penuh luka, sekaligus menjadi kritik terhadap norma-norma sosial seputar kesehatan mental, penyembuhan, dan cinta. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan kajian musik populer, semiotika, dan kritik budaya, khususnya dalam memahami bagaimana musisi perempuan independen menyuarakan realitas emosional kontemporer melalui ekspresi puitis.
Pengembangan E-Modul Berbasis Literasi Digital pada Materi Teks Pidato untuk Siswa SMP Negeri 2 Pasuruan Miftakhul Jannah; Sugianti Sugianti; Ilmiyatur Rosidah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1820

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul berbasis Google Sites pada materi teks pidato untuk siswa kelas VIII SMP dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate). Pengembangan ini dilatarbelakangi oleh perlunya media pembelajaran digital yang interaktif, kontekstual, dan sesuai dengan kurikulum merdeka dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21 dan era Revolusi Industri 4.0. Metode penelitian ini meliputi tahapan analisis kebutuhan, perancangan modul, pengembangan produk, implementasi kepada pengguna (siswa dan guru), serta evaluasi melalui validasi dan uji coba. Validasi dilakukan oleh tiga ahli, yaitu ahli konten, ahli media pembelajaran, dan ahli bahasa. Uji coba terbatas melibatkan 7 siswa, sedangkan implementasi dilakukan kepada 25 siswa dan 1 guru di SMP Negeri 2 Pasuruan. Hasil validasi menunjukkan bahwa e-modul dikategorikan sangat layak digunakan, dengan skor rata-rata dari ketiga ahli di atas 86%. Uji coba terbatas menghasilkan skor kelayakan sebesar 88,80%, sedangkan implementasi menunjukkan rata-rata skor 82,8% dari siswa dan 90% dari guru, yang juga termasuk kategori sangat layak.