Randi Randi
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno, Bengkulu, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia pada Papan Nama Toko dan Reklame di Pagar Dewa Kota Bengkulu Sendi Olviansyah; Fera Zasrianita; Randi Randi
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2542

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan berbahasa Indonesia pada papan nama toko dan reklame di Kelurahan Pagar Dewa, Kota Bengkulu. Bahasa sebagai sarana komunikasi memiliki fungsi strategis dalam kehidupan sosial, pendidikan, dan ekonomi, serta mencerminkan identitas dan budaya bangsa. Namun, praktik penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik sering mengalami penyimpangan, terutama dalam hal ejaan, tanda baca, dan diksi, akibat pengaruh bahasa sehari-hari, bahasa asing, dan kurangnya pemahaman kaidah kebahasaan formal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta divalidasi melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan paling dominan terdapat pada ejaan dan tanda baca, seperti penggunaan singkatan “DLL” yang seharusnya “dan lain-lain”, tanda ampersand (&) yang seharusnya “dan”, serta penulisan kata tidak baku seperti “souvenir” yang seharusnya “suvenir”. Kesalahan tersebut umumnya disebabkan oleh kurangnya pemahaman masyarakat terhadap Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengaruh bahasa lisan, serta minimnya perhatian terhadap kaidah kebahasaan formal. Penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan kesadaran berbahasa melalui pendidikan, sosialisasi, dan regulasi, sehingga papan nama dan reklame tidak hanya menjadi media informasi dan identitas usaha, tetapi juga sarana edukatif yang mendukung pelestarian bahasa Indonesia yang baik dan benar.