Produksi udang vaname di Kabupaten Pasuruan mencapai 17,50 ton dengan luas lahan mencapai 3.966,9 hektar. Budidaya menjadi salah satu alternatif dalam peningkatan produksi perikanan. Vaname merupakan jenis udang yang paling banyak dibudidaya karena jenis udang vaname memiliki prospek dan profit yang menjanjikan, Namun pada kenyataannya saat ini masih sering terjadi kegagalan yang disebabkan oleh virus, sehingga mempengaruhi hasil panen pembudidaya udang vaname, maka diperlukan alternatif untuk menekan pertumbuhan virus dalam budidaya udang vaname. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis mutu sensori, cemaran mikroba Escherichia coli dan cemaran kimia Kloramfenikol pada udang vaname segar di CV. Edi Seafood Jaya Pasuruan. Analisis tersebut kemudian dibandingkan dengan ambang batas yang sudah ditetapkan oleh SNI 01-2728.1.2006. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan terhadap udang vaname segar di CV. Edi Seafood Jaya Bangil Pasuruan, dapat disimpulkan bahwa hasil analisis organoleptik (kenampakan, bau, dan tekstur) pada udang vaname segar di CV. ESJ Bangil Pasuruan menunjukkan nilai p= 7, artinya sudah memenuhi standar SNI. Hasil analisis cemaran mikroba Escherichia coli pada udang vaname segar di CV. ESJ Bangil Pasuruan menunjukkan jumlah rerata koloni sebesar 1,345 × 10⁵ CFU/gr, artinya masih diatas standar SNI. Hasil analisis cemaran kimia kloramfenikol pada udang vaname segar di CV. ESJ Bangil Pasuruan menunjukkan rerata sebesar 0,0038 µg/kg, artinya masih diatas standar SNI. Saran darib penelitian ini adalah menambah variasi waktu dan suhu penyimpanan untuk mengevaluasi pengaruhnya terhadap stabilitas mutu udang selama pascapanen, sehingga dapat ditentukan metode penyimpanan terbaik.